Khazanah Ramadan Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan rukyat atau kegiatan mengamati hilal Ramadhan di 29 titik di seluruh Indonesia.

“Secara umum kita akan berkumpul di 29 lokasi di seluruh Indonesia,” kata Kepala Pusat Teknis Seismologi, Potensi Geofisika dan Timestamp BMKG, Rahmat Triyono, Senin (12/4).

Pengamatan dilakukan di Aceh Besar, di Tapanuli Tengah dua titik, Padang, Bengkulu, Serang di dua titik, Jakarta, Garut, Kebumen, Bantul, Kulon Progo, Malang, Mataram. Kemudian di Badung dua titik pantau, Balikpapan, Wangiapu, Manado, Gorontalo Utara, Palu, Kolaka, Makassar, Alor, Kupang, Ternate, Ambon, Sorong dan Merauke.

Pemantauan langsung tim BMKG Pusat yang diketuai Rahmat dilakukan di Pusat Pengamatan Bulan (POB) Pedalen, Kebumen, Jawa Tengah. Kemudian di Pantai Ancol dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Geofisika.

Sedangkan data perhitungan hilal saat matahari terbenam pada hari senin ketinggian hilal adalah 2,62 derajat di jayapura, papua sampai dengan 3,66 derajat di tua pejat, sumatera barat. Perpanjangan 3,83 derajat di Merauke, Papua menjadi 4,77 derajat di Sabang, Aceh.

Kemudian umur sebulan adalah 6,11 jam di Merauke, Papua menjadi 9,26 jam di Sabang, Aceh. Data lag 13,18 menit di Jayapura, Papua hingga 17,74 menit di Tua Pejat, Sumatera Barat. Terakhir, fraksi iluminasi bulan 0,11 persen di Merauke, Papua hingga 0,17 persen di Sabang, Aceh.

Sebelumnya, Direktur Urusan Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Umat Islam Kementerian Agama Agus Salim mengatakan akan menurunkan sejumlah pemantau hilal Ramadhan 1442 H di 86 lokasi dari 34 provinsi di Indonesia. Mereka berasal dari jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama dan Kementerian Agama kabupaten / kota yang bekerja sama dengan peradilan agama, ormas Islam, dan instansi terkait di daerah.

Hisab merupakan perhitungan matematis dan astronomi untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan awal bulan pada kalender Hijriyah. Sedangkan rukyat adalah mengamati hilal yang merupakan kemunculan pertama bulan sabit setelah terjadinya ijtimak (konjungsi). Rukyat bisa dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik.




Source