Khazanah Ramadan Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengucapkan selamat kepada umat Islam di Tanah Air untuk melaksanakan puasa Ramadhan, setelah Pemerintah mengumumkan dimulainya puasa mulai Selasa (13/4) besok. Wapres mengingatkan, Ramadhan kali ini merupakan tahun kedua di tengah pandemi Covid-19. Oleh karena itu, ia berharap ibadah Ramadhan dilakukan dengan upaya pencegahan penularan dan mengakhiri pandemi Covid-19.

“Mari kita sempurnakan segala upaya lahiriah kita dalam mengatasi pandemi ini dengan meningkatkan upaya batiniah kita melalui doa dan dzikir untuk senantiasa memohon kehadiran Allah SWT,” ujar Wapres dalam keterangan resminya, Senin (12/4).

Wapres mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan keimanan dan taqwa di bulan Ramadhan ini, karena energi spiritual yang memberikan harapan dan optimisme bencana global ini akan segera terangkat oleh Allah SWT.

Ia pun mengajak semua orang untuk berbagi dan memperbanyak sedekah selama bulan Ramadhan. Hal ini dikatakan Ma’ruf, juga dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai orang yang paling dermawan di setiap bulan Ramadhan.

Ia berharap pada Ramadhan kali ini, Allah SWT memberikan pertolongan agar seluruh masyarakat bisa segera bangkit dan keluar dari ujian pandemi Covid-19.

“Sekali lagi selamat berpuasa dan berbagai ibadah lainnya di bulan suci Ramadhan 1442 H, semoga ibadah dan amal shalih kita diterima dan dikabulkan oleh Allah SWT,” tandasnya.

Pemerintah melalui Kementerian Agama telah menetapkan awal Ramadhan 1442 Hijriyah / 2021, bertepatan pada Selasa (13/4). Ketetapan tersebut disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas melalui sidang itsbat di Kantor Kementerian Agama Jakarta Pusat dalam jumpa pers usai Sidang Ramadhan 1442 H Isbat, di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama Jln MH Thamrin, Jakarta.

“Peserta Sidang Isbat dengan suara bulat telah sepakat bahwa 1 Ramadhan akan jatuh keesokan harinya, Selasa 13 April 2021,” kata Menag di Jakarta, Senin (12/4/2021).

Kesepakatan ini, menurut Menteri Agama, diambil setelah peserta sidang mendengar pelaporan hasil rukyat (pemantauan) hilal dan memperhatikan perhitungan hisab (astronomis). Keduanya saling menguatkan, jelas Menteri Agama.

Secara astronomis, pada hari rukyat, 12 April 2021, saat matahari terbenam, posisi bulan baru di seluruh wilayah Indonesia sudah berada di atas ufuk, mulai dari 2 derajat 37 menit hingga 3 derajat dan 36 menit.

Data astronomi (hisab) ini kemudian dikonfirmasi melalui rukyatul hilal yang dilakukan di 88 titik di 34 provinsi di Indonesia.




Source