Khazanah Ramadan Republika

    REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah membatalkan pelaksanaan Pasar Ramadhan 1442 Hijriyah karena maraknya penyebaran Covid-19.

    “Penyebaran Covid-19 masih tinggi. Jadi tahun ini kita hilangkan Pasar Ramadhan,” kata Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UMK dan Perindustrian (DPKUMP) Kota Palangka Raya, Rawang, Selasa (13/4). .

    Kondisi ini juga sudah dikomunikasikan dengan Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu. Untuk itu, dia juga meminta masyarakat yang masih berjualan berbagai produk makanan serta menu buka puasa dan sahur mengutamakan penjualan online.

    Solusinya seperti tahun 2020, terutama para pelaku usaha khususnya pengusaha mikro memasarkan produknya untuk buka puasa dan sahur secara online, ucapnya.

    Selain itu, jika terpaksa harus melayani pembeli secara langsung, pedagang diminta menerapkan tata tertib kesehatan yang ketat, seperti menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun, menggunakan masker dan menjaga jarak serta tidak berkerumun. “Ini harus kita lakukan untuk meminimalisir potensi penyebaran Covid-19. Kita harus bisa menyeimbangkan antara pendapatan ekonomi dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

    Berdasarkan pantauan di lapangan, meski pemerintah membubarkan Pasar Ramadhan, sebagian masyarakat secara mandiri tetap menjual aneka menu buka puasa dan sahur. Selain berjualan langsung, ada juga yang menjajakan produknya secara online melalui media seperti Whatsapp, Facebook, dan Instagram.

    Dwi, pelaku usaha mikro, mengaku saat ini menjual berbagai menu buka puasa dan sahur secara langsung dan online untuk memperluas pemasaran di tengah pandemi Covid-19. Produk yang dijualnya antara lain aneka kue manis, sayur untuk buka puasa dan menu sahur, aneka minuman dingin, dan kurma. “Kalau ada yang datang akan segera kami layani. Jika ada yang memesan kami juga siap mengantarkan dengan catatan minimal order atau ada pesanan lain yang searah,” ucapnya.




    Source