Khazanah Ramadan Republika

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melarang masyarakat menggelar kegiatan sahur di jalan atau sahur di luar rumah di bulan Ramadhan selama pandemi Covid-19. Ini berpotensi membuat keramaian dan penyebaran Covid-19.

“Tidak ada (sahur di jalan), ”kata Wali Kota Bandung Oded M Danial kepada wartawan di Balaikota Bandung, Jumat (9/4).

Ia mengimbau untuk melaksanakan sahur di rumah. “Di rumah saja,” katanya.

Ia juga akan memonitor secara ketat pelaku usaha penjualan takjil yang berpotensi mengundang keramaian. Ia juga melarang aktivitas Ngabuburit dan kelompok berjalan setelah fajar.

Meski begitu, kegiatan yang boleh dilakukan yakni sholat tarawih dan sholat Idul Fitri dengan protokol kesehatan. Jumlah jamaah yang diperbolehkan beribadah di masjid adalah 50 persen dari total kapasitas masjid dan menjaga jarak.

“Upayakan agar sholat berjamaah sesederhana mungkin dengan waktu yang tidak terlalu lama. Sholat Idul Fitri dilakukan di masjid dan di luar ruangan,” ujarnya.

Selain itu, itikaf diperbolehkan dengan membatasi 50 persen jemaah dari kapasitas masjid. Oded memungkinkan kegiatan buka puasa dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas resto atau resto dan menjaga protokol kesehatan.

“Kuliah umum, kuliah dan lain-lain boleh, tapi maksimal 15 menit,” ujarnya.

Selama bulan puasa, pesantren kilat diarahkan melalui aplikasi Zoom.




Source