Khazanah Ramadan Republika

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sedikitnya empat dari 10 orang di Indonesia mengalami kesulitan dalam mengatur keuangan selama Ramadan. Apalagi di tengah pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung.

    Financial planner Lolita Setyawati membagikan tips mengatur keuangan agar ibadah di bulan suci Ramadhan dapat berjalan dengan aman dan nyaman. “Tips pertama yang harus dilakukan untuk mengelola keuangan selama Ramadhan adalah membuat daftar prioritas sesuai kebutuhan,” kata Lolita dalam diskusi virtual, Selasa (13/4).

    Dengan menulis daftar prioritas, Anda dapat mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan Anda. Dengan begitu, Anda bisa terhindar dari melakukan pembelian yang tidak terduga.

    Ada banyak kesalahan dalam pengaturan keuangan selama Ramadhan. Ini karena orang suka tergiur dan bingung arti antara keinginan dan kebutuhan karena tidak ada daftar prioritas.

    Tip kedua adalah menyiapkan dana ekstra untuk kebutuhan tambahan. Selama Ramadhan seringkali banyak kebutuhan tambahan yang meningkat, misalnya keinginan bersedekah atau menyalurkan THR kepada keluarga padahal tidak bisa mencukupi karena larangan mudik akibat COVID-19.

    Dana ekstra ini harus disiapkan sebelum Ramadhan tiba. Namun belum terlambat untuk memulainya sekarang sebelum perayaan Idul Fitri berlangsung.

    Ketiga, yang harus dilakukan adalah berbelanja lebih awal agar lebih hemat. Seringkali harga sembako naik pada momen-momen keagamaan seperti saat Ramadhan.

    Dengan berbelanja lebih awal, Anda bisa menghemat pengeluaran sebelum kenaikan harga untuk kebutuhan sembako dan minuman saat berpuasa. Terakhir, siapkan menu makanan dan minuman menjelang sahur dan buka puasa.

    “Mempersiapkan menu sahur dan berbuka puasa bisa mengontrol diri jangan sampai impulsif. Dengan menu yang disiapkan bisa menghemat pengeluaran. Selain itu, jangan lupa audit lemari es karena kebiasaan bunda suka menabung. Sekarang lebih baik. harus ada audit agar tidak ada bahan. makanan yang terbuang percuma dan bisa dimanfaatkan secara maksimal, “pungkas Lolita.




    Source