Khazanah Ramadan Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT MRT Jakarta (Perseroda) menerapkan kebijakan khusus selama bulan Ramadhan. Yakni, penumpang diperbolehkan berbuka puasa saat berada di kereta atau rel atau area berbayar, seperti peron atau beranda peron (concourse berbayar).

Namun, kata Sekretaris Eksekutif (Plt) Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Ahmad Pratomo di Jakarta, Selasa (13/4), pengguna jasa hanya diperbolehkan membatalkan puasa dengan air dan tanggal dan maksimal 10 menit setelah Maghrib. adzan (jika masih di ratangga atau area berbayar). Penumpang dapat melanjutkan aktivitas buka puasa di halaman beranda platform gratis (concourse yang belum dibayar).

“Pengguna jasa tidak diperkenankan berbuka puasa dengan minuman selain air putih, seperti teh, kopi, sirup, soda dan lainnya, serta jajanan selain kurma,” ujarnya.

Ahmad menjelaskan, masker bisa dilepas sementara saat berbuka puasa dan digunakan kembali setelah berbuka puasa.
Selama melepas masker, pengguna layanan masih harus menerapkan protokol kesehatan dengan tidak berbicara dalam satu atau dua arah.

Pengguna jasa juga diminta untuk menjaga kebersihan area ratangga dan stasiun dengan membawa kembali sampahnya saat keluar dari ratangga atau anjungan berbayar. PT MRT Jakarta (Perseroda) mengucapkan selamat kepada seluruh pengguna layanan MRT Jakarta.

“Semoga ibadah selama bulan suci ini menjadikan kita manusia yang lebih baik,” ucapnya.




Source