Khazanah Ramadan Republika

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Umat Islam (Bimas) Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Fuad Nasar mengatakan bahwa melaksanakan protokol kesehatan (prokes) dalam melaksanakan kegiatan ibadah Ramadhan adalah fitur keimanan kepada Allah SWT.

    “Manusia tidak boleh berhenti berusaha, tetapi kita juga tidak boleh mengaburkan dalam artian bahwa upaya kita adalah segalanya,” kata Fuad dalam pesan tertulis kepada Republika, Selasa (13/4).

    Ia mengatakan, selain menerapkan protokol kesehatan, vaksinasi Covid-19 yang saat ini dijalankan pemerintah merupakan upaya memutus mata rantai penularan dan penyebaran Covid-19. Namun manusia tidak boleh lupa bahwa kekuasaan mutlak tetap berada di dalam kehendak Allah SWT.

    “Kita juga tidak boleh lupa bahwa kekuatan mutlak terletak pada kehendak Allah SWT. Itulah sikap mental manusia yang beriman,” kata Fuad.

    Menjalani ibadah Ramadhan di tengah pandemi Covid-19, ia mengingatkan, hal itu harus semakin meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan umat Islam. Karena banyak hikmah yang bisa dipetik dalam situasi sulit seperti saat ini.

    “Bagaimana hubungan kita dengan sesama manusia harus meningkatkan dan membersihkan diri dari hal-hal yang membuat kita jauh dari tugas dan misi kita sebagai hamba Allah di dunia,” ucapnya.

    Sebelumnya, Fuad juga menyarankan agar kegiatan berbuka puasa bersama sebaiknya dilakukan di rumah masing-masing. Ini untuk mencegah penularan dan penyebaran Covid-19.

    “Kegiatan khas masyarakat Ramadhan yang berpotensi menimbulkan keramaian harus dihindari. Seperti sahur dan buka puasa bersama, sebaiknya tinggal di rumah saja,” kata Fuad.

    Selain sahur dan buka puasa bersama, kata Fuad, sejumlah kegiatan masyarakat lain yang sudah menjadi budaya di bulan Ramadhan, seperti ngabuburit dan jalan-jalan takbir, sebaiknya tidak dilakukan. Mengingat penularan Covid-19 masih terjadi di Indonesia.




    Source