Khazanah Ramadan Republika

    REPUBLIKA.CO.ID, PARIS – Para pemain klub sepak bola Prancis Paris Saint-Germain (PSG) menyampaikan ucapan selamat kepada umat Islam pada kesempatan bulan suci Ramadhan kali ini.

    Hal tersebut disampaikan para pemain dalam video yang diunggah ke akun resminya Indonesia PSG. Para pemain terlihat mengucapkan selamat memasuki bulan Ramadhan kepada semua Muslim.

    Dilaporkan pada Setiap hari Sabah, Rabu (14/4), video tersebut menampilkan para pemain populer seperti Neymar, Mbappe, dan lainnya. Beberapa ungkapan yang disampaikan adalah “Ramadhan mubarak untuk seluruh umat Islam”, “Ramadhan Kareem”, dan “bulan yang penuh berkah”.

    Ucapan selamat tersebut disampaikan ketika Presiden Prancis Emmanuel Macron mengeluarkan serangkaian pembatasan yang menyasar komunitas Muslim di negara tersebut.

    Prancis juga mengumumkan RUU anti-Muslim, menyusul pembunuhan mengerikan seorang guru Prancis pada Oktober tahun lalu, oleh seorang tersangka berusia 18 tahun yang berasal dari Chechnya.

    Undang-undang yang diusulkan berjudul “Mendukung Prinsip-Prinsip Republik”, tidak menyebut Islam secara langsung. Hal itu dilakukan sebagai upaya menghindari stigmatisasi terhadap umat Islam.

    Namun, upaya ini secara luas dipandang sebagai serangan terang-terangan terhadap kebebasan berserikat. Kritikus mengatakan undang-undang akan melegalkan Islamofobia.

    Beberapa hal yang termasuk dalam RUU ini adalah larangan homeschooling bagi umat Islam, mensyaratkan pendidikan formal, dan dapat menutup pergaulan, sekolah dan masjid jika terjadi kejadian yang mencurigakan.

    Aturan yang sama juga melarang pasien memilih dokter berdasarkan jenis kelamin karena alasan agama atau alasan lain. RUU ini mensyaratkan “pendidikan sekularisme” untuk semua pejabat publik.

    Penentang undang-undang tersebut mengatakan undang-undang tersebut melanggar kebebasan beragama dan secara tidak adil menargetkan 5,7 juta minoritas Muslim Prancis, yang terbesar di Eropa.

    Kelompok hak asasi manusia Amnesty International mengatakan peraturan baru itu merupakan serangan serius terhadap hak dan kebebasan di Prancis.

    Macron sepertinya menjadi sosok yang penuh kebencian di beberapa negara Muslim. Banyak produk Prancis yang memboikot setelah presiden Prancis membela pembuat karikatur provokatif Charlie Hebdo yang menyerang Nabi Muhammad.

    Muslim di Prancis adalah bekas jajahan yang mencakup negara-negara mayoritas Muslim di Afrika Utara dan Barat serta Timur Tengah. Mereka membentuk sekitar 6 persen dari populasi negara itu.

    Sebelumnya, PSG juga terlibat insiden rasisme pada Desember 2020. Laga Başakşehir-PSG dihentikan setelah 13 menit menyusul adu mulut di pinggir lapangan soal kartu merah yang dilayangkan kepada Webo. Pertandingan dilanjutkan keesokan harinya setelah empat ofisial Rumania diganti.

    Mantan pemain internasional Kamerun Webo mengatakan ofisial keempat Sebastian Coltescu tidak menghormatinya. Dia disebut sebagai “yang hitam”. Investigasi dilakukan oleh UEFA Ethics and Discipline Inspector.




    Source