Khazanah Ramadan Republika

    REPUBLIKA.CO.ID, PADANG PANJANG – Lembaga Pengembangan Pendidikan Masyarakat (LPPM-SB) Sumatera Barat di Padang Panjang menyelenggarakan Pondok Pesantren Ramadhan Unggulan / Model. Kegiatan tersebut akan berlangsung mulai 15 April 2021 hingga 6 Mei 2021.

    Ketua LPPM-SB, Roby Chandra mengatakan, kegiatan ini diikuti kurang lebih 100 peserta yang merupakan perwakilan dari SMA / SMK negeri dan swasta di Padang Panjang.

    “Lokasi Pondok Pesantren Ramadhan akan dilaksanakan di masjid / mushalla masing-masing sekolah sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” kata Roby, Sabtu (17/4).

    Roby mengatakan, pembelajaran akhir semester genap tahun ajaran 2020/2021 bertepatan dengan bulan Ramadhan 1442 H. Ia berharap pembelajaran di Pondok Pesantren Ramadhan dapat terlaksana dengan optimalisasi pembelajaran agama di SMA dan SMK.

    Output yang diharapkan dari kegiatan ini, kata dia, adalah meningkatkan kualitas keimanan dan amal kasih peserta, menumbuhkan budaya cinta masjid, dan penerapan karakter Islami, nasionalis, dan adat dari Minangkabau.

    Roby yang juga pengurus Asrama SMAN 1 Padang Panjang ini menambahkan, Pondok Pesantren Ramadhan juga untuk mendidik pemuda muslim yang berkarakter.

    “Tanpa penguatan pendidikan agama, individu yang beriman dan bertaqwa serta berakhlak mulia, mustahil bisa mencapai hal tersebut,” kata Roby.

    Kegiatan Pondok Pesantren Ramadhan di Padang Panjang meliputi tadarus, pengajian, sholat berjamaah, dzikir dan sholat, amalan sholat fardhu dan sholat jenazah. Kemudian ada juga pembahasan tentang penguatan pemahaman agama, pengenalan tokoh Sumatera Barat pra kemerdekaan, tokoh kemerdekaan dan pasca kemerdekaan, serta penerapan nilai-nilai budi pekerti.

    Roby mengatakan, kegiatan Pondok Pesantren Ramadhan mengacu pada Peraturan Gubernur Sumbar Nomor 48 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran di Sekolah dan Madrasah selama bulan Ramadhan. Dimana dalam Pasal 4 disebutkan, pembelajaran di bulan Ramadhan tetap dilaksanakan, baik di sekolah maupun di luar sekolah.




    Source