Khazanah Ramadan Republika

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Syekh Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi dalam buku Durusul Mantsur Diriwayatkan, dari Sayyidatina Aisyah Radhiyallahnu anha bahwa ketika bulan Ramadhan tiba, wajah Nabi berubah. Dia meningkatkan jumlah raka’at dalam sholat sunnahnya dan shalat lebih tawadhu, penuh rasa takut kepada Allah SWT.

    Menurut riwayat lain, Sayyidatina Aisyah radhiyallahu anha mengatakan bahwa dia tidak pernah berbaring di tempat tidur sampai setelah bulan Ramadhan. Sejarah lain menyebutkan bahwa selama bulan Ramadhan Allah SWT memerintahkan para bidadari yang melahirkan Arsy.

    “Tinggalkan amalan kalian masing-masing! Amin orang yang puasa!”

    Banyak sekali hadits yang diucapkan oleh Syekh Maulana Muhammad Zakariyya bahwa shalat di bulan Ramadhan harus dijawab secara spesifik. Ini tidak dilakukan sama sekali.

    “Jika Allah SWT berjanji dan Nabi yang dipercaya telah memberi tahu kami, maka kami tidak ragu sama sekali,” katanya dalam kitab tersebut. Fadhilah Amal.

    Memang ada sebagian orang yang mendoakan sesuatu tapi hasilnya belum terwujud. Namun, hendaknya tidak dipahami bahwa doanya ditolak.

    Dari Sayyidina Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi besar Rasululloh SAW bersabda; Tiga orang yang doanya tidak akan ditolak. Doa orang yang berpuasa sampai berbuka puasa, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi. Allah SWT mengangkat dong di atas awan dan membukakan pintu surga untuknya, dan Allah SWT berfirman demi Yang Mulia, saya pasti akan membantu Anda meskipun sesuatu akan sesuai untuk keuntungan Anda. ”(HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibn Khuzaima, Ibn Hibban, dari kitab At-Targhib).




    Source