Khazanah Ramadan Republika

    REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA – Operator asrama pekerja migran di Singapura akan diizinkan untuk mengatur sesi sholat berjamaah di dalam asrama bagi pekerja yang menjalankan puasa Ramadhan. Mereka harus menjaga jarak yang aman.

    “Sholat berjamaah akan diadakan untuk sholat tarawih selama Ramadan dan sholat subuh pada Hari Raya Puasa,” kata Kementerian Tenaga Kerja Singapura. Channel News Asia, Jumat (9/4).

    Operator asrama dapat mendaftar melalui Assurance, Care and Engagement (ACE) Group di bawah Kementerian Tenaga Kerja untuk menyelenggarakan sholat berjamaah ini. Doa dapat dilakukan di lokasi yang sesuai di dalam asrama, seperti aula serbaguna atau ruang bersama, dan asrama akan diizinkan untuk mengadakan dua sesi.

    Bergantung pada ukuran dan kapasitas asrama, hingga 200 penghuni di setiap asrama dapat menghadiri sesi doa ini setiap hari. Mereka yang tidak dapat menghadiri sesi dapat terus berdoa di kamar mereka. Mereka juga dapat mengakses program masjid on line, tersedia dalam bahasa Bengali, di saluran YouTube Dewan Agama Islam Singapura (MUIS), Salam SGTV.

    Asrama yang telah menyatakan minatnya untuk mengadakan sesi doa semacam itu dapat menominasikan penghuninya untuk disetujui sebagai pemimpin doa atau pendeta oleh MUIS. Kementerian juga mendorong pekerja migran untuk mengambil vaksin Covid-19 ketika mereka diberi kesempatan untuk melakukannya selama periode ini.

    “Vaksinasi tidak membatalkan puasa,” kata Kementerian Tenaga Kerja.

    Selama Ramadan, pengaturan telah dibuat untuk memperpanjang jam vaksinasi menjadi pukul 22.00 waktu setempat untuk melayani pekerja Muslim yang harus berbuka puasa sebelum vaksinasi.

    “Kementerian Ketenagakerjaan akan terus bekerja sama dengan operator asrama dan pemberi kerja untuk memenuhi kebutuhan pekerja migran Muslim dalam menjalankan Ramadhan sambil memastikan kepatuhan pada langkah-langkah yang diperlukan untuk menghadapi risiko yang ditimbulkan oleh Covid-19,” kata Kementerian.




    Source