Khazanah Ramadan Republika

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sering memakai masker bisa membuat bau mulut semakin parah. Apalagi saat berpuasa. Agar tidak timbul bau mulut, semua dokter gigi meminta kepada setiap orang, terutama yang berpuasa, untuk menjadikan kesehatan mulut sebagai prioritas utama.

    Dr Chandan Bagde, ortodontis estetika di Klinik Dermalase, Jumeirah, mendukung hal ini. Dia mengatakan, penggunaan masker yang terus menerus saat berpuasa, saat di luar, memicu bau mulut yang merajalela, penumpukan plak di permukaan gigi.

    “Begitu kita menambahkan perut lapar ke dalamnya, itu juga menyebabkan refluks asam di mana asam di perut dimuntahkan ke rongga mulut selama berjam-jam tanpa makanan, menyebabkan bakteri berkembang biak dengan mudah,” kata Dr Chandan Bagde.

    Menurut Dr Bagde, masyarakat perlu mewaspadai kebersihan mulut sebelum berpuasa di bulan Ramadhan. Jika Anda mengalami masalah gigi seperti gigi berlubang atau sakit gigi yang memerlukan pencabutan, disarankan untuk menyelesaikannya terlebih dahulu.

    Untuk menjaga kebersihan mulut yang optimal, seseorang harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi saat sahur. Salah satu minuman yang sebaiknya dihindari adalah kopi.

    Tidak hanya membuat dehidrasi, kopi juga bersifat asam. Konsumsi kopi yang berlebihan akan menyebabkan dehidrasi yang lebih besar, mengganggu keseimbangan pH mulut, menyebabkan lebih banyak bakteri menumpuk dan dengan memakai masker semua masalah tersebut akan bertambah parah.

    Sebaliknya, konsumsilah buah-buahan segar, sayuran segar dan makanan utuh saat sahur, banyak minum air putih dan sikat gigi serta gunakan obat kumur antibakteri sebelum memulai puasa setiap hari.

    Dokter juga merekomendasikan mengganti masker wajah setiap empat jam. Perokok disarankan untuk berhenti merokok sama sekali bahkan selama jam non-puasa karena merokok mengakibatkan kebersihan gigi yang buruk dan penumpukan asam yang memicu bau mulut. Hal ini semakin diperburuk dengan penggunaan masker secara terus menerus di siang hari.

    Selain itu, hindari konsumsi karbohidrat olahan, tinggi garam, dan tinggi gula. Karbohidrat olahan yang terdapat dalam makanan kaleng, kalengan, dan olahan kehilangan nutrisi dan merusak kesehatan yang menyebabkan terlalu banyak asam lambung, yang pada akhirnya dapat memicu pertumbuhan bakteri di dalam mulut.

    Makanan tinggi garam seperti daging olahan, saus, kacang asin dan keripik meningkatkan kandungan natrium dalam darah dan mengganggu keseimbangan elektrolit, memicu dehidrasi. Semakin seseorang mengalami dehidrasi, semakin tinggi kemungkinan mengalami mulut kering. Menggoreng juga harus dihindari karena mengonsumsi makanan berminyak akan memicu gangguan pencernaan dan mengganggu keseimbangan PH rongga mulut yang memicu infeksi gusi dan bau mulut.




    Source