Khazanah Ramadan Republika

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad menyampaikan bahwa hasil puasa seharusnya berdampak pada perubahan psikologis. Yakni menjadikan diri lebih sehat dan lebih mantap dalam berbagai aspek.

    “Selama berpuasa tubuh manusia dilemahkan sehingga spiritualnya bisa lebih dekat dengan Tuhan. Hasil puasa adalah perubahan psikologis umat Islam menjadi lebih sehat dan mantap,” ujar Dadang dalam Kajian Ramadhan Sehat yang dipantau. secara virtual, Senin (19/4).

    Aktualisasi puasa bagi seorang muslim, kata Dadang, adalah penguasaan diri yang tidak dilandasi nafsu. Seseorang harus mampu menahan segala godaan dalam aktivitasnya sehari-hari, tidak hanya soal rasa lapar serta sikap tenang dalam menghadapi segala hal.

    Dia menyelaraskan pengendalian diri dengan banyaknya informasi di media sosial. Hati dan jiwa manusia yang tenang dan jernih dapat digunakan sebagai alat untuk menyaring informasi.

    “Hati yang jernih milik seorang muslim menjadi wadah pilihan informasi yang baik,” ucapnya.

    Jika hati yang jernih selaras dengan akal, setiap manusia dapat membedakan informasi mana yang baik atau berguna baginya. Keberhasilan mengendalikan nafsu saat berpuasa terlihat dari respon yang ditunjukkan seseorang dalam menerima informasi.

    “Mereka relatif lebih tenang, tidak mudah meledak, dan tidak berbagi informasi kebohongan,” dia berkata.

    Kesejajaran hati dan pikiran dicontohkan Muhammadiyah dalam menyikapi pandemi Covid-19 dan vaksinasi. Setiap peristiwa Muhammadiyah selalu dilandasi oleh pendekatan teologis dan ilmiah.

    Muhammadiyah meyakini virus Covid-19 itu nyata. Oleh karena itu, pimpinan pusat selalu mengambil keputusan yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah pandemi.

    “Ini kami berikan contoh kepada masyarakat tentang taat pada protokol kesehatan,” ucapnya.

    Langkah lain yang didukung Muhammadiyah adalah terkait program vaksinasi. Menurutnya, Muhammadiyah sangat mendukung program ini, asalkan vaksin tersebut telah mendapat rekomendasi dari BPOM, Majelis Ulama Indonesia, termasuk dari PP Muhammadiyah Majelis Tarjih.

    “Surat Edaran dari PP Muhammadiyah harus kita patuhi, termasuk di bulan Ramadhan ini kita harus mentaati surat edaran yang dikeluarkan Majelis Tarjih,” ucapnya.




    Source