Khazanah Ramadan Republika

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Pembinaan Umat Islam (Bimas) Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Fuad Nasar mengimbau kepada seluruh umat Islam agar tertib dan taat dalam melaksanakan shalat Tarawih di masjid, mushola, pesantren atau dimanapun. Hal tersebut ia sampaikan karena muncul berita tentang shalat tarawih secepat kilat.

    “Ya memang disarankan mempersingkat waktu sholat di tempat ibadah untuk mencegah penularan Covid-19, tapi bukan berarti dibolehkan melanggar semua kaidah dan prinsip sholat,” kata Fuad dalam pesan tertulisnya. Republika, Senin (19/4).

    Fuad menuturkan, jika ada amalan ibadah seperti sholat tarawih berjamaah, kilat cepat menjadi berita dan viral. Ia mengingatkan bahwa amalan shalat Tarawih harus ditingkatkan.

    Dijelaskannya, bulan Ramadhan merupakan bulan ibadah, dakwah dan penyebaran agama Islam. Mari perkenalkan Islam dengan cara yang baik dan berkesan kepada anak-anak dan saudara-saudaranya yang belum taat beribadah. Caranya melalui pelaksanaan ibadah Ramadhan seperti sholat tarawih dan witir di masjid dan mushola.

    “Sholat tarawih bukan sekedar formalitas dalam rangka mengisi malam Ramadhan, melainkan rangkaian ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dan penuh kemuliaan,” ujarnya.

    Fuad mengatakan, ibadah harus dinikmati dan diserap dalam makna setiap bacaan yang diucapkan. Doa bukan hanya penyembahan rohani, tapi penyembahan fisik.

    “Sholat bukan tradisi, tapi ibadah ubudiyah yang memiliki kaifiat atau tata cara sesuai dengan petunjuk Nabi Muhammad SAW,” jelasnya.

    Dia berkata, dalam sebuah hadits yang ditekankan Nabi Muhammad SAW, doakanlah seperti yang kau lihat aku sholat. Banyak laporan hadits mengungkapkan tata cara sholat Nabi Muhammad yang harus diikuti oleh semua Muslim.




    Source