Kisah duet narapidana Nigeria nekat menyelundupkan 1.129 ton sabu dari balik sel penjara Cilegon

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tim Satgas Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap kasus penyelundupan 1.129 ton sabu yang diduga melibatkan jaringan Timur Tengah dari Iran dan Afrika.

Dalam kasus ini ada tujuh tersangka yang ditangkap aparat di tempat dan waktu yang berbeda.

Tersangka yang ditangkap adalah 5 warga negara Indonesia berinisial NR, AH AS, NB, dan EK. Sedangkan 2 tersangka lainnya adalah warga negara Nigeria berinisial NS dan OCN. Kedua WNI tersebut merupakan narapidana di Lapas Cilegon, Banten. Mereka bertindak sebagai pengontrol dari dalam penjara, sedangkan 5 tersangka lainnya bertindak sebagai kurir dan pengedar.

“Penangkapan kali ini dilakukan oleh sesama anggota Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat masing-masing pada akhir Mei hingga Juni setelah ditangkap oleh lima warga negara Indonesia dan dua warga Nigeria,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat ditemui di kantornya. konferensi pers di Mapolres Metro Jaya, Jakarta, Senin (14/6/2021).

“Transaksi narkoba jaringan Timur Tengah, mereka bekerja sama dengan WNI dan WNA yang menjadi narapidana di Lapas Cilegon,” kata Sigit.

Baca juga: Kisah Sekda Nias Utara Tertangkap Konsumsi Ekstasi dalam Razia Prokes Polda Medan, Urine Positif

Mantan Kabareskrim itu mengatakan, barang bukti yang diamankan tersebar di empat lokasi berbeda. Pertama, tim menemukan 393 kilogram (kg) sabu di kawasan Gunung Sindur, Bogor. Para tersangka yang ditangkap dari TKP berinisial NR dan HA.

Baca juga: Kapolri Sebut 1,1 Ton Jaringan Shabu Timur Tengah Dikuasai Narapidana Asing di Lapas Cilegon

Kemudian, polisi juga menggerebek ruko di Pasar Modern Bekasi Town Square, Bekasi Timur dan menemukan barang bukti sabu seberat 511 kg. Di lokasi itu, polisi menemukan dua tersangka yang merupakan warga negara asing (WNA) berinisial NW dan UCN.

Baca juga: Tahanan Ini Bisa Main Hp di Rutan Depok, Ternyata Itu Hadiah dari Sesama Tahanan Yang Sudah Bebas

Kemudian, lokasi lain yang digerebek adalah apartemen Basura, Jakarta Timur.

Di tempat itu ditemukan 50 kg sabu dengan tersangka berinisial AK. Terakhir, penyidik ​​menemukan lagi 175 kg sabu di Apartemen Green Pramuka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat dengan tersangka berinisial H. Ia mengatakan, sabu sebanyak 1,12 ton akan diedarkan di Jakarta dan Jawa Barat.

Lantas bagaimana sabu sebanyak 1,12 ton masuk ke Indonesia? Terkait hal tersebut, Sigit mengatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Karena masih ada pelaku lain yang dikejar.



https://www.tribunnews.com/nasional/2021/06/15/cerita-duet-napi-nigeria-nekat-selundupkan-sabu-1129-ton-dari-balik-sel-lapas-cilegon