Kisah Penakluk Gunung Everest di Tengah Covid-19

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Belakangan ini, pencapaian penaklukan Gunung Everest mengalami tren peningkatan meski pandemi Covid-19 masih berkecamuk. Meluncurkan Reuters, Senin (31/5), setidaknya ada tiga rekor baru yang dipecahkan pendaki menaklukkan gunung tertinggi di dunia itu.

Misalnya, Arthur Muir (75 tahun) yang menjadi pria Amerika tertua mencapai puncak tertinggi dengan ketinggian 8.848,86 meter pada Minggu (23/5) lalu. Lalu ada Tsang Yin-Hung (45), wanita asal Hongkong yang menjadi pendaki wanita tercepat yang mencapai puncak hanya dalam waktu 26 jam.

Terakhir, Zhang Hong (46), pendaki asal Tiongkok, menjadi pendaki buta pertama di Asia dan ketiga di dunia yang mencapai puncak Everest. Bagi Arthur, pencapaiannya itu dilakukan secara tidak sengaja dan sebenarnya tidak berencana menaklukkan gunung di perbatasan Nepal dan Tibet itu.

Di tahun 2019 ini, kakek yang memiliki enam orang cucu ini mengalami patah pergelangan kaki sehingga sejak awal tidak berencana memecahkan rekor pendakian Gunung Everest. Ia menyampaikan bahwa pengalaman menaklukkan Gunung Everest ternyata sangat melelahkan ditambah cuaca buruk menyambutnya saat sampai di puncak.

“Malah saya kaget saat benar-benar sampai di sana (di puncak Everest). Saya terlalu capek untuk berdiri, di tengah cuaca yang sangat berangin dan dingin,” kata Arthur.

Ia mengalahkan rekor yang dibuat oleh pria Amerika tertua sebelumnya, Bill Burke (67), yang menaklukkan puncak tertinggi Everest pada 2009. Kisah lain datang dari mantan guru dari Hong Kong Tsang Yin-Hung yang menjadikan pendakian Gunung Everest sebagai tantangan tersendiri bagi dirinya sendiri. .

Ia mencapai puncak Gunung Everest dengan total durasi 25 jam 50 menit setelah berangkat dari titik awal. Durasinya terbilang singkat, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Jhangmu Lama pada tahun 2017 setelah mendaki gunung dengan durasi 39 jam 6 menit.

“Saya merasa lega dan tentunya senang karena dari awal saya tidak mengejar untuk memecahkan rekor. Saya hanya ingin menantang diri saya sendiri, jadi saya sangat lega bisa membuktikan hasilnya baik kepada murid-murid saya maupun kepada teman-teman saya,” kata Tsang. .



https://www.ihram.co.id/berita/qtyb43366/kisah-para-penakluk-gunung-everest-di-tengah-covid19