KKP Ajak Pemangku Kepentingan Konservasi Ikan Pari dan Hiu dari Risiko Kepunahan

Laporan Jurnalis Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Karakteristik biologis kematangan seksual yang lambat dan kesuburan yang rendah membuat ikan pari dan hiu rentan terhadap kepunahan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak berbagai pemangku kepentingan untuk bersinergi melestarikan ikan pari dan hiu di Indonesia.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL) Tb. Haeru Rahayu mengatakan pari dan hiu merupakan sumber daya hayati laut yang sangat penting.

Perannya bagi ekosistem perairan dan kontribusinya terhadap perekonomian masyarakat pesisir sangat signifikan.

“Keberadaan ikan jenis ini di perairan merupakan salah satu indikator kunci kesehatan laut,” kata Tebe saat memberikan keterangan, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: Melalui intensifikasi, Pembudidaya Udang di Indramayu Mencapai Hasil Yang Memuaskan

Menyadari pentingnya ikan pari dan hiu, Tebe menegaskan KKP melalui Ditjen PRL telah memasukkannya ke dalam 20 jenis ikan yang menjadi target konservasi nasional pada tahun 2020-2024.

Baca juga: Kejaksaan Menenggelamkan Dua Kapal Malaysia Sebagai Bukti Kejahatan Perikanan

Ikan pari dan hiu telah menjadi isu internasional sejak dimasukkan dalam Appendix Convention on Endangered Fauna and Flora Trade / CITES sebagai akibat dari tingginya tingkat penggunaan ikan ini baik sebagai target tangkapan maupun tangkapan sampingan.

“Pemerintah Indonesia sangat serius menangani keberadaan hiu dan pari melalui sejumlah kebijakan antara lain pengembangan kawasan konservasi, perlindungan spesies hiu dan pari yang terancam punah serta pengaturan pemanfaatan melalui kuota,” kata Tebe.

Tebe menambahkan, simposium hiu dan pari yang akan digelar secara virtual pada 7-8 April 2021 dengan dukungan Yayasan WWF Indonesia juga merupakan bagian dari upaya pelestarian hiu dan pari di Indonesia.

“Simposium ini merupakan salah satu upaya kami menghimpun masukan ilmiah untuk kebijakan konservasi hiu dan pari di Indonesia. Kegiatan ini juga bagian dari implementasi Rencana Aksi Konservasi Nasional yang telah disusun, ”imbuhnya.




Source