Klaim Asuransi Jiwa Terus Meningkat dalam 5 Tahun Terakhir

Pembayaran klaim Covid-19 sejak pertengahan Maret 2020 mencapai Rp661 miliar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat klaim di industri asuransi jiwa terus meningkat selama lima tahun terakhir. Peningkatan klaim juga terjadi selama setahun terakhir akibat pandemi Covid-19.

Direktur AAJI Togar Pasaribu mengatakan, pada 2016 pembayaran klaim asuransi jiwa mencapai Rp. 95,21 triliun dan meningkat menjadi Rp. 151,10 triliun pada tahun 2020. Sehingga total pembayaran klaim dalam lima tahun terakhir sebesar Rp. 638,15 triliun.

“Ini angka yang tidak sedikit. Tapi komitmen ini tetap diberikan oleh industri asuransi jiwa bahkan di tengah Covid-19,” kata Togar di Jakarta, Rabu (14/4).

Sementara itu, lanjut Togar, pembayaran klaim Covid-19 dari pertengahan Maret hingga Oktober 2020 berjumlah total Rp 661 miliar. Klaim telah dibayarkan kepada 9.128 pemegang polis.

Pada dasarnya, menurut Togar, Covid-19 merupakan penyakit jenis baru yang belum masuk polis. Namun, perusahaan asuransi jiwa tetap membayarnya meski pemerintah menyatakan Covid-19 adalah pandemi.

“Jika Anda melihat kebijakannya sendiri, pandemi seharusnya tidak terjadipenutup. Namun, beberapa perusahaan anggota tetap berkomitmen kepada pemegang polis. Padahal, beberapa perusahaan asuransi belakangan ini mengeluarkan polis yang khusus mengcover Covid-19, ‚ÄĚkata Togar.

Diakui Togar, dalam situasi pandemi ini, banyak perusahaan asuransi jiwa yang menghadapi keterbatasan, terutama para pemasar. Untuk itu, industri telah mengambil sejumlah langkah agar dapat bertahan dalam situasi tersebut.

“Yang dilakukan industri adalah beradaptasi dengan perubahan konsumen, melakukan langkah adaptif, dan meningkatkan kolaborasi,” jelas Togar.

Dalam hal penyesuaian terhadap perubahan konsumen, menurut Togar, perusahaan asuransi jiwa melakukan perubahan sistem operasional dan pengembangan kapasitas seperti konsultasi dan kebijakan online, serta proses klaim digital.

Pemasar pun mencoba memasarkan produk asuransi jiwa dengan memanfaatkan teknologi. Di tengah pandemi ini, Togar berharap para anggotanya tetap menegakkan tata kelola perusahaan.

Togar juga berharap perusahaan asuransi jiwa senantiasa mengedepankan standar praktik dan kode etik para pemasar agar tidak terjadi misinformasi. Di sisi lain, nasabah atau calon nasabah juga harus lebih cermat dalam mempelajari dan memahami polis asuransi.




Source