KLHK: Program Pengelolaan Kehutanan Bisa Sukses dengan Pendampingan

Reynas Abdila / Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sekretaris Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Apik Karyana mengatakan program pengelolaan kehutanan bisa berhasil, salah satunya dengan memberikan pendampingan bagi petani hutan.

Menurutnya, pendamping membuat petani hutan merasa diberi fasilitas.

Fasilitas ini seperti melatih petani hutan untuk lebih memahami peraturan kehutanan yang baru untuk membantu mereka dalam memasarkan hasil pertanian hutan.

Baca juga: Siti Nurbaya: Lingkungan Hidup dan Kehutanan Penting dalam Pertimbangan Ekonomi

Sehingga dapat memberikan manfaat yang saling menguntungkan. Sayangnya, fasilitasi kehutanan juga masih terkendala dari segi biaya.

“Mereka memfasilitasi mulai dari pembentukan kelembagaan, pengembangan, usaha pasar, bahkan pengelolaan keuangan. Namun kami kesulitan dengan para pendamping ini, ada pendamping yang dibiayai dari APBN dan ada pula yang non-ASN dari swasta,” jelasnya. dalam Forum Hari Bumi 2021: Peraturan Baru Pengelolaan Hutan untuk Rakyat yang diselenggarakan oleh Katadata, Rabu (21/4/2021)

Baca juga: KLHK Mengumumkan Kelahiran Elang Jawa Bernama PRAWARA

“APBN hanya bisa membiayai 1.250 sampai 3000 fasilitator, padahal satu kelompok (petani hutan) yang berjumlah hampir 7000 pendamping dibantu oleh pendamping mandiri,” lanjutnya.

Direktur Utama Daemeter Aisyah Sileuw mengatakan regulasi pemerintah dapat dijalankan dengan proses pengawasan yang ketat. Intinya, regulasi harus dijaga dan bisa efektif.

“Harus jelas ada proses pengawasan, pengenaan sanksi harus efektif. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tidak bisa bekerja sendiri, harus dibantu masing-masing stakeholder. Intinya, perlu ada strategi yang membuat orang bekerja untuk mematuhi peraturan ini, “katanya.

Ia menambahkan, strategi komunikasi perlu dikembangkan, termasuk di daerah dan para pelaku kehutanan.

Baca juga: Kebakaran Hutan Sering Terjadi di Musim Panas, KLHK Terapkan 4 Sistem Pencegahan Ini




Source