Klinik Sanksi Pemkot Kediri Tolak Ibu Hamil Terkena Covid

    Sejauh ini, sembilan ibu hamil diketahui meninggal dunia akibat Covid-19.

    REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI — Pemerintah Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur, memberikan sanksi berupa surat peringatan pertama kepada puskesmas. Pasalnya, pihak klinik menolak merawat ibu hamil yang diketahui terkonfirmasi positif Covid-19.

    “Sekarang masih ada satu, SP (surat peringatan) sudah keluar. Kami tidak mau main-main,” kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Kediri, Sabtu (7/8).

    Dia mengatakan temuan itu berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah kota. Ada sebuah klinik yang ternyata menolak ibu hamil yang belakangan diketahui terkonfirmasi positif COVID-19.

    “Ibu hamil itu disuruh pulang, padahal seharusnya di klinik, harus dirawat,” katanya.

    Menurutnya, tindakan puskesmas menolak ibu hamil terkonfirmasi positif Covid-19 tidak manusiawi, sehingga layak diberikan sanksi.

    “Saya tidak mau seperti itu. Tidak apa-apa, ini masalah kemanusiaan. Ibu hamil pergi ke klinik, dia ingin memeriksa ada keluhan. Kalau sekarang positif (COVID-19) itu normal, karena ini pandemi itu di dunia, bukan hanya Kediri. Jadi, orang yang masuk rumah sakit tiba-tiba terkena, wajar saja, mereka harus diterima,” tegasnya.

    Ia juga telah memerintahkan seluruh rumah sakit di Kediri untuk menyediakan tempat isolasi bagi mereka yang sakit Covid-19. Untuk klinik juga diminta tidak menolak ibu hamil yang sedang sakit Covid-19.

    Wali Kota menegaskan, pemerintah kota sangat concern terhadap ibu hamil, karena risikonya tinggi di masa pandemi Covid-19. Sesuai dengan informasi dari pusat, bahwa ibu hamil seperti orang yang memiliki penyakit penyerta, mengandung janin.

    Untuk itu, Pemprov DKI segera melakukan vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil begitu ada surat edaran dari Kementerian Kesehatan tentang vaksinasi bagi ibu hamil. Ia berharap seluruh ibu hamil di kota ini dapat mengikuti vaksinasi Covid-19 dengan harapan lebih aman baik saat hamil maupun saat melahirkan.

    Data Dinas Kesehatan Kota Kediri menyebutkan ada lebih dari 600 ibu hamil di kota ini. Sejauh ini, sembilan ibu hamil diketahui meninggal dunia setelah menjalani perawatan Covid-19.

    Dari jumlah itu, ada juga bayi yang meninggal, namun beberapa di antaranya bisa diselamatkan. Selain itu, saat ini ada dua ibu hamil yang menjalani isolasi. Vaksinasi ibu hamil dilaksanakan di Taman Sekartaji, Hutan Kota Joyoboyo, dan Taman Tempurejo, Kota Kediri, bagi ibu hamil yang tidak dapat mengikuti kedua tempat tersebut dapat divaksinasi di puskesmas.

    “Kami punya 600 data (ibu hamil). Harus diedukasi dan kami katakan kalau hamil harus divaksin, karena mau beli vaksin ini yang tidak ada. Asalkan pemerintah kota memfasilitasi, ambil vaksin apa saja biar aman,” kata Mas Abu, panggilan akrabnya.

    Di Kota Kediri, hingga Jumat (6/8) ada 3.091 orang terkonfirmasi positif COVID-19. Ada 157 orang yang dicurigai, dan 46 kemungkinan.

    sumber : Antara



    https://www.republika.co.id/berita/qxh1n6396/pemkot-kediri-sanksi-klinik-tolak-ibu-hamil-terpapar-covid