Klinik Terapung Kimia Farma dan BWA memberikan pelayanan kesehatan gratis

    Klinik Terapung ini akan mencakup delapan pulau di wilayah Kepulauan Seribu.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Masyarakat Pulau Kelapa dan Pulau Harapan tampak antusias mengikuti layanan kesehatan gratis yang digelar di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) masing-masing pulau. Sebanyak 172 pasien di Pulau Kelapa dan 138 pasien di Pulau Harapan telah mengikuti Program Klinik Terapung yang digelar pekan ini.

    Kimia Farma bersama Badan Wakaf Al-Quran (BWA) menggelar program Klinik Terapung di Kepulauan Seribu, Jakarta. Diantara kegiatan Klinik Terapung ini antara lain memberikan pelayanan kesehatan gratis dan penyuluhan tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kesehatan ibu hamil dan menyusui.

    Menurut Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia Kimia Farma, Dharma Syahputra, pihaknya telah menjalin kerja sama secara berkelanjutan dalam program Klinik Terapung. “Klinik Terapung Kimia Farma bersama BWA bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya di Jakarta, Kamis (22/4).

    Dharma menuturkan Klinik Terapung ini dirancang sebagai salah satu misi kemanusiaan Kimia Farma untuk menyehatkan masyarakat Indonesia, khususnya pada saat pandemi Covid-19. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Kimia Farma dalam membantu pemerintah melaksanakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

    “Sebagai Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang kesehatan, kami bertekad untuk berkontribusi bagi kesehatan masyarakat, khususnya pada saat pandemi Covid-19. Kami berharap melalui Program Klinik Terapung ini pelayanan kesehatan di Indonesia semakin baik, “katanya dalam rilis yang diterima. Republika.co.id.

    Ketua Program Klinik Terapung Mufrodi mengatakan Klinik Terapung Kimia Farma sejalan dengan visi BWA sebagai lembaga kemanusiaan. “Oleh karena itu, BWA sangat mendukung kegiatan ini dan siap mengawal kegiatan ini hingga selesai. Kalaupun ada program tindak lanjut setelah selesainya empat trip tersebut, BWA akan siap mendukungnya,” ujarnya.

    Mufrodi menambahkan, kegiatan pelayanan kesehatan gratis ini dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan dengan menerapkan 3M (cuci tangan, menjaga jarak dan menggunakan masker). “Panitia juga mengatur arus peserta sesuai jadwal, agar tidak terjadi penumpukan orang pada satu titik,” jelasnya.

    Kimia Farma dan BWA, tambah Mufrodi, telah menjalankan Klinik Terapung Trip # 3 di Pulau Kelapa dan Pulau Harapan pada 7-9 April 2021 dari delapan pulau yang direncanakan di Kepulauan Seribu. Klinik Terapung ini akan menjangkau delapan pulau di wilayah Kepulauan Seribu dengan metode Road Trip mulai awal Desember 2020 hingga Juli 2021, ujarnya.

    Dijelaskannya, Klinik Terapung Trip # 4 ini akan berlayar menuju Pulau Panggang dan Pulau Pramuka pada tanggal 15-17 Juni 2021. “Semoga trip # 4 ini dapat berjalan dengan baik dan dapat diikuti oleh Pak Junaidi selaku Bupati Kepulauan Seribu. untuk menutup kegiatan ini seperti saat membuka dan melepaskan kediaman awal ini, ”ucapnya.

    Sementara itu, Camat Kepulauan Seribu Utara, Ismail, dalam kata sambutannya mengimbau kepada seluruh warga pulau untuk mematuhi tata tertib kesehatan dalam beraktivitas, dan menjaga kebersihan tempat. “Silakan manfaatkan Klinik Terapung ini dan setelahnya segera komunikasikan semua catatan dan resep ke puskesmas setempat agar pelayanan kesehatan ini bisa terus berlanjut,” ucapnya.

    Madi Moh Dali, Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Kabupaten Kepulauan Seribu Utara, mengucapkan terima kasih kepada Kimia Farma dan BWA atas program Klinik Terapung ini. “Banyak warga yang merasakan manfaatnya secara langsung, apalagi yang ada keluhan sakitnya langsung merasakan perubahannya. Termasuk saya. Semoga kegiatan kemanusiaan seperti ini bisa dilakukan lagi di sini,” harapnya.

    Tak hanya itu, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, tim medis Klinik Terapung juga mendatangi warga sakit yang berhalangan hadir di lokasi pelayanan kesehatan, seperti pasien stroke yang meminta tim medis untuk membawanya ke rumah.




    Source