Klopp pesimis dengan Kondisi Tertinggal 1-3

    The Reds juga harus mampu membalikkan defisit dua gol.

    REPUBLIKA.CO.ID, MADRID – Liverpool akhirnya terpaksa kembali dari kunjungan ke markas Real Madrid, Stadion Alfredo Di Stefano, dengan kecewa. Juara bertahan Liga Primer Inggris itu dihajar Los Blancos 3-1 pada laga leg pertama babak perempat final Liga Champions, Rabu (7/4) dini hari WIB.

    Dengan dua gol dari Vicinius Junior, pada menit ke-27 dan menit ke-65, dan satu gol dari Marco Asensio di menit ke-36 menandai keunggulan Los Blancos atas The Reds. Liverpool baru bisa membalas melalui satu-satunya gol Mohamed Salah pada menit ke-51.

    Kekalahan ini membuat Liverpool tertinggal 1-3 secara agregat di perempat final Liga Champions. The Reds juga harus bisa membalikkan defisit dua gol saat menerima kunjungan Los Blancos di Stadion Anfield pada leg kedua, Kamis (15/4) dini hari WIB. Situasi ini bukan kali pertama Liverpool menghadapi ini. Di semifinal Liga Champions musim 2018/2019, The Reds bahkan berhasil menyingkirkan Barcelona setelah tertinggal agregat 3-0.

    Dibekap Barcelona, ​​3-0, di Stadion Camp Nou, Liverpool berhasil tampil unggul secara agregat usai mencukur klub Catalan itu, 4-0, pada leg kedua yang digelar di Stadion Anfield. The Reds pun berhak tampil di partai puncak dengan keunggulan agregat, 4-3. Bukan tidak mungkin, Liverpool bisa mengulanginya kembali musim ini.

    Meski begitu, Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, justru merasa tidak yakin, timnya bisa mengulangi “ keajaiban ” seperti saat menyingkirkan Barcelona, ​​dua tahun lalu. Menurut pelatih asal Jerman itu, salah satu perbedaan pertandingan itu dengan situasi yang dihadapi Liverpool musim ini adalah kehadiran suporter The Reds di Stadion Anfield.

    “Tentu, situasinya akan jauh berbeda. Jika Anda melihat cuplikan pertandingan melawan Barcelona, ​​maka Anda dapat melihat bahwa 80 persen dari kemenangan tersebut berasal dari atmosfer yang diciptakan di dalam stadion. Saya tidak ingin mengatakan, kembali adalah kemampuan terbesar kami ‘. Saat itu, kami memiliki suporter yang hadir di stadion, dan saya tidak tahu apakah kami bisa melakukannya lagi, ” kata Klopp seperti dilansir The Guardian, Rabu (7/4).

    Berdasarkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, baik yang diterapkan oleh UEFA selaku penyelenggara Liga Champions maupun Pemerintah Inggris, suporter atau penonton tetap dilarang untuk hadir langsung di stadion. Kondisi ini juga harus dilakukan Liverpool pada laga leg kedua babak perempat final.

    ” Namun, kami akan berusaha untuk bisa tampil semaksimal mungkin di pertandingan ini dan memperbesar peluang lolos ke semifinal. Menghadapi Real Madrid di Anfield Stadium tentu akan sangat rumit, baik dengan penonton yang hadir maupun tanpa penonton yang hadir di stadion, ” ucap eks pelatih Borussia Dortmund itu.




    Source