Komed dan Wardah Berkolaborasi Ciptakan Kelas Pembelajaran yang Menarik

    Guru harus mampu menciptakan suasana kelas yang menarik selama pembelajaran virtual

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Komunitas Media Pembelajaran (Komed) bersama merek Wardah, perusahaan kosmetik ternama, mengadakan pelatihan online bertema “Guruku Cantik, Kelasku Menarik”, pada Sabtu (21/8). Acara tersebut diadakan untuk meningkatkan keterampilan para guru agar dapat melakukan pembelajaran jarak jauh dengan menyenangkan.

    Pembelajaran Jarak Jauh telah menciptakan kondisi di mana siswa tidak lagi termotivasi untuk belajar dengan guru mereka. Padahal inti dari proses belajar adalah sikap atau keinginan untuk belajar. Pelatihan “Guruku Cantik, Kelasku Menarik” dilakukan melalui Zoom dengan menghadirkan narasumber sebagai Koordinator Komed Banten Ihah Parihah dan Promotor Ahli Kulit Crystallure Hana De Fasya.

    Berbeda dengan pelatihan biasa. Pelatihan ini khusus ditujukan untuk guru perempuan. Meskipun kegiatan pembelajaran dilakukan secara virtual, guru harus tetap tampil prima agar siswa menyukainya. Namun tidak hanya itu, guru juga harus mampu menciptakan suasana kelas yang menarik selama pembelajaran virtual.

    Ihah memperkenalkan konsep CANTIK Guru yang merupakan singkatan dari kreatif, menggemaskan, Negosiatif, Teknologi, Interaktif dan Kebaikan. kreatif, yaitu kemampuan guru dalam memilih strategi, metode dan media pembelajaran yang tepat untuk KBM. Menggemaskan, yaitu kemampuan guru berpenampilan menawan dengan memperhatikan penampilan fisik dan kesesuaian bahasa tubuh.

    bisa dinegosiasikan, yaitu kemampuan guru untuk bernegosiasi dan setuju dengan orang tua dan siswa. teknologi, yaitu kemampuan guru dalam mengoperasikan teknologi pembelajaran terkini. Interaktif, yaitu kemampuan guru membangun komunikasi dua arah.

    “Kebaikan, yaitu kemampuan guru untuk memiliki empati dan kedermawanan,” kata Ihah seperti dalam siaran persnya, Senin (23/8).

    Konsep guru INDAH yang diperkenalkan oleh Ihah Parihah dapat terwujud jika para guru mau terus belajar mengikuti perkembangan zaman. Menurut Ihah, caranya adalah dengan mengikuti berbagai pelatihan pengembangan diri dan berkontribusi pada ruang komunitas.

    Sementara itu, Hana De Fasya mempraktekkan tata rias untuk seorang guru. Menurutnya, guru harus berdandan agar bisa tampil berseri di depan anak-anak. Hana mengajarkan para peserta untuk bisa berdandan secara natural, agar tidak berlebihan namun tetap menawan.

    Pelatihan ini diharapkan dapat membantu para guru untuk tetap semangat dalam menghadapi kondisi pandemi. Pembelajaran virtual bukanlah halangan untuk menciptakan suasana kelas yang menarik. Pembelajaran jarak jauh bukanlah halangan bagi guru perempuan untuk tampil cantik.



    https://www.republika.co.id/berita/qyanub423/komed-dan-wardah-kolaborasi-ciptakan-kelas-belajar-menarik