Kominfo: Kartu SIM Perdana tidak dijual dalam keadaan aktif

Pentingnya mendaftarkan setiap pengguna kartu SIM agar tidak disalahgunakan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta seluruh operator seluler beserta jajarannya hingga level penjual mematuhi aturan pelaksanaan registrasi kartu prabayar dengan benar. Oleh karena itu, diharapkan kartu SIM pertama yang dijual di pasaran tidak terdaftar atau aktif.

Dirjen Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ahmad M Ramli menekankan pentingnya registrasi kartu prabayar secara konsisten. “Saya selalu tekankan sesuai PN 5/2021 agar baik operator maupun semua level hingga level penjual kartu prabayar mematuhi ini, tidak ada lagi cerita jualan simcard yang aktif,” kata Ramli dalam Webinar Kominfo bertajuk ‘Support Peredaran Kartu Perdana Dalam Keadaan Tidak Aktif’, Kamis (8/7)

Ia menjelaskan pentingnya mendaftarkan setiap pengguna kartu SIM untuk menghindari penyalahgunaan nomor dari unsur kejahatan atau penipuan. Sebab, saat ini alat komunikasi tidak hanya untuk berkomunikasi tetapi juga untuk menghubungkan berbagai aktivitas sehari-hari mulai dari kesehatan, ekonomi digital hingga perbankan.

Menurutnya, saat ini penggunaan data kartu SIM aktif di Indonesia sekitar 345,3 juta. Jumlah tersebut, kata Ramli, melebihi jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 274,9 juta jiwa.

“Data terbaru dari Kami sosial dan kami bandingkan dengan data yang ada, yang terhubung ke kartu SIM aktif sekitar 345,3 juta. Jadi ini melebihi populasi, memang karena kami tahu seseorang dapat memiliki lebih dari satu nomor,” kata Ramli .

Sementara itu, data terakhir pengguna internet Indonesia saat ini tidak kurang dari 202,6 juta atau 73,7 persen dari jumlah penduduk.

Kemudian, dari 202,6 juta pengguna internet tersebut, sekitar 195,3 juta orang mengakses internet melalui smartphone. Sedangkan pengguna telekomunikasi yang menggunakan perangkat non-smartphone hanya 16,0 persen.

Artinya, banyak orang yang menggunakan jaringan seluler dalam layanan komunikasi digital. Meski ada juga yang menggunakan wi-fi di rumah, rata-rata juga banyak yang menggunakan wi-fi di rumah maupun pengguna smartphone.

“Kita tahu 195 juta orang mengakses internet melalui smartphone ini. Jadi menurut saya kartu seluler ini menjadi fokus kita semua. Oleh karena itu, saya berharap terus ditingkatkan, jangan kemudian digunakan untuk penipuan, kriminal dan lain-lain,” katanya.



https://www.republika.co.id/berita/qvx65u396/kominfo-kartu-sim-perdana-tak-dijual-dalam-keadaan-aktif