Komisi IV DPRD NTB Akan Perhatikan RSMA

    Sumbawa Besar, Gaung NTB – Sebagi bentuk kepedulian wakil rakyat khususnya Anggota Dewan Propinsi NTB yang berasal dari Dapil Sumbawa terhadap pembangunan dunia kesehatan. Pimpinan Komisi IV DPRD Propinsi NTB – Nurdin Ranggabarani SH MH melakukan peninjauan terhadap kondisi Rumah Sakit Propinsi, Rumah Sakit Manambai Abdul Kadir (RSMA), Jumat (08/01).

    Nurdin Ranggabarani kepada Gaung NTB mengatakan bahwa kehadirannya di RSMA memberikan perhatian serius baik terhadap pembangunan fisik maupun alat–alat kelengkapan medis yang menjadi sarana dan prasarana sampai dengan pelayanannya, karena RSMA berada di daerah ini (Sumbawa) yang diperuntukannya untuk masyarakat NTB khususnya masyarakat Pulau Sumbawa.

    “Kami ingin memastikan seluruh anggaran yang dialokasikan tepat sasaran dan berjalan pada peruntukan yang semestinya, termasuk pembangunan fisik yang tengah dikerjakan,” ujarnya.

    Disampaikan Nurdin, sekarang ini sedang dibangun 3 ruangan baru yang sedang dikerjakan oleh CV. Elita Mataram dengan anggaran sekitar Rp 7,8 miliar, semestinya telah berakhir pada Desember 2015 kemarin, tapi karena dipandang waktunya terlalu mepet hanya 2,5 bulan sehingga tidak dapat selesai sesuai kontrak dan dilakukan perpanjangan waktu pengerjaan.

    Perpanjangan waktu inilah yang menjadi kekhawatiran akan molor, sehingga dirinya dipandang perlu untuk hadir memberikan support dan semangat agar pengerjaannya dapat berjalan lancar sesuai komitmen awal. Jika pengerjaannya molor dan tidak tepat waktu menurut Nurdin, akan berdampak pada anggaran selanjutnya.

    Terhadap pekerjaan itu menurut Nurdin, kontraktor telah berjanji akan menuntaskan seluruh pengerjaannya sampai dengan 15 Januari 2016 mendatang. Sementara terhadap kekurangan peralatan medis, menurut Nurdin di dalam APBD Propinsi 2016 sebagian alat–alat penunjang pekerjaan medis telah dilengkapi. “Anggaran RSMA ada peningkatan yang cukup signifikan terkait pengalokasian anggaran walaupun seluruhnya belum dapat tercover dalam APBD murni 2016, namun tetap akan diperjuangkan melalui APBD-P, termasuk anggaran pengadaan sekitar 20 tempat tidur yang menjadi kekurangan,” pungkasnya.