Komnas HAM Keluarkan Panggilan untuk Ketua KPK

    Pemanggilan untuk mendapatkan informasi terkait pelaksanaan TWK pegawai KPK.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) membenarkan telah mengirimkan surat panggilan kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. Pemanggilan ini untuk mendapatkan informasi terkait dugaan pelanggaran HAM dalam pelaksanaan Tes Wawasan Nasional (TWK) pegawai KPK.

    “Yang pasti, kami telah mengirimkan surat panggilan pada waktu yang tepat,” kata Komisioner Pengawasan dan Penyelidikan Komnas HAM M Choirul Anam dalam keterangannya, Minggu (6/6).

    “Kami juga mengecek surat itu sudah dikirim langsung ke berbagai instansi, oleh karena itu kami menduga surat itu diterima karena memang ada tanda terimanya,” tambah Anam.

    Ia berharap, baik pimpinan KPK maupun pihak lain yang telah menerima panggilan dari Komnas HAM untuk bekerja sama dengan Komnas HAM. Sebab, diperlukan informasi yang baik dari Ketua KPK atau Badan Kepegawaian Negara (BKN) agar publik mengetahui apa sebenarnya kasus ini.

    “Informasi dari para pihak diperlukan untuk memperjelas peristiwa tersebut. Agar tidak kita curigai dan kedua, tentunya untuk memperjelas apakah ini memang bagian dari peristiwa pelanggaran HAM atau bukan,” kata Anam.

    “Kami sangat berharap semua pihak yang kami panggil bersedia datang dan bekerja sama dengan baik,” tambah Anam.

    Diketahui, hasil koordinasi antara KPK, BKN, Kemenpan-RB, Kemenkumham, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), dan Badan Tata Usaha Negara (LAN) menyatakan 51 dari 75 pegawai dinyatakan tidak berhasil, sedangkan 24 sisanya dapat dilatih lebih lanjut sebelum diangkat sebagai perwira senior. aparatur sipil negara (ASN).



    https://www.republika.co.id/berita/qu9x33428/komnas-ham-layangkan-surat-panggilan-untuk-ketua-kpk