Komnas PA Sebut Anak Anggota DPRD Bekasi yang Menganiaya Gadis 15 Tahun Ancam Hukuman Mati

    Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

    TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait menilai pelaku kekerasan seksual terhadap anak berinisial PU (15) di Bekasi bisa dikenakan hukuman berat.

    Terduga pelaku AT (21) putra anggota DPRD Bekasi diduga melakukan tindak kekerasan seksual dalam kategori tindak pidana luar biasa.

    Dalam ketentuan undang-undang 17 tahun 2016 ada istilah pidana luar biasa, kata Arist di Bekasi, Senin (26/4/2021).

    Dalam peraturan perundang-undangan, hukuman pidana dapat dijatuhkan dengan minimal 10 tahun penjara atau bahkan hukuman seumur hidup atau mati.

    “Itu minimal 10 tahun, maksimal 20 tahun dan bisa ditambah hukuman seumur hidup bahkan hukuman mati. Kalau terbukti dan hukumnya jelas,” ujarnya.

    Yang menurutnya bisa dikategorikan sebagai tindak pidana luar biasa tidak lain karena korban bersetubuh dan mendapat kekerasan fisik.

    Selain itu, yang mengejutkan adalah korban dipaksa menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK) oleh tersangka pelaku.

    Baca juga: Laki-laki menikam PSK sebanyak 14 kali, dimulai dengan cekcok tarif, setuju Rp. 300 ribu, tapi hanya dibayar setengahnya

    “Korban terpaksa tinggal di kos-kosan, dan terus terjadi tindak pidana penyerangan yang dilakukan oleh pelaku di tempat itu,” terangnya.

    Artinya memang ada kurungan di sana, lalu dia (korban) ditawarkan ke temannya (konsumen), ”imbuhnya.




    Source