Komnas Perlindungan Anak Beri Perhatian Khusus pada Kesehatan Bayi dan Ibu Hamil

    Wartawan Tribunnews.com, Toni Bramantoro

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, terus memberikan perhatian khusus pada kesehatan bayi, balita, dan janin pada ibu hamil.

    Arist berharap bayi, balita dan janin pada ibu hamil yang merupakan generasi penerus bangsa Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara sehat dan cerdas.

    Karena itu, terkait bahaya Bisphenol A (BPA) yang terkandung dalam kemasan plastik dan alat peraga, semua benda yang bersentuhan langsung dengan bayi dan balita harus diberi label.

    “Mengenai BPA (Bisphenol A) Komnas Perlindungan Anak, saya mohon dengan hormat kepada Badan POM untuk memperjelas (mencantumkan) label bahan (kemasan plastik) yang mengandung BPA yang harus diperhatikan dan dihindari oleh bayi, balita dan ibu hamil. dalam kemasan plastik yang mengandung BPA,” jelas Arist Merdeka Sirait pada Jumat, 9 Juli 2021 saat ditemui di Komnas Perlindungan Anak, Jalan TB Simatupang No 33 Pasar Rebo, Jakarta Timur.

    Baca juga: Jokowi Ajak Siswa, Kader Posyandu, dan Ibu PKK Jadi Relawan Covid-19

    Baca juga: Tahun Lalu, 156.549 Balita di Jateng Mengalami Stunting

    Ketua Komnas Perlindungan Anak tak henti-hentinya meminta Badan POM untuk memberikan label peringatan konsumen pada plastik kemasan makanan atau minuman yang mengandung BPA.

    Sebelumnya, Arist mengatakan dengan jelas bahwa bahaya BPA tidak sederhana. Dapat menyebabkan kanker, dan gangguan otak.

    Bayi, balita dan janin merupakan kelompok usia yang rentan terhadap paparan BPA. Tidak ada batas toleransi bagi mereka, benar-benar harus bebas BPA atau toleransi nol BPA.

    Baca juga: Ketua KPAI Aris Merdeka Sirait Ajak Ibu-Ibu Seluruh Nusantara Tolak BPA

    Nah, peluang terbesar terkena BPA adalah melalui galon yang dapat digunakan kembali saat membuat susu, makanan bayi atau minuman. Karena air minum merupakan salah satu kebutuhan utama yang dikonsumsi oleh bayi, balita dan ibu hamil.

    Oleh karena itu alangkah bijaknya jika segera diberikan labeling galon untuk digunakan kembali, demi kesehatan generasi penerus bangsa Indonesia.

    Permintaan label peringatan konsumen yang diajukan oleh Komnas Perlindungan Anak kepada BPOM merupakan permintaan yang wajar, dan sebenarnya peraturan label peringatan pada produk makanan dan minuman yang perlu dipatuhi masyarakat telah diatur dalam Per BPOM no. 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, yang isinya sebagai berikut:

    Peringatan terkait pemanis buatan harus mencantumkan tulisan “Mengandung pemanis buatan, dianjurkan tidak dikonsumsi oleh anak di bawah 5 (lima) tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui”.



    https://www.tribunnews.com/lifestyle/2021/07/10/komnas-perlindungan-anak-beri-perhatian-khusus-terhadap-kesehatan-bayi-dan-ibu-hamil