Kondisi Jakarta, 20-30 Pasien Covid Harus Antri Berobat

BOR Jakarta penuh, Persi khawatir rumah sakit tidak bisa merawat pasien baru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Jumlah kasus Covid-19 di Tanah Air melonjak tinggi dan hampir full bed occupancy (BOR) di beberapa provinsi, termasuk Jakarta. Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) khawatir jika kondisi ini berlanjut hingga sepekan ke depan, rumah sakit tersebut tak bisa merawat pasien baru.

Sekretaris Jenderal Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi), Lia G Partakusuma, mengatakan BOR di Jakarta saat ini sudah mencapai 86 persen. Tak hanya Jakarta, kata dia, BOR di Jabar (Jabar), Jateng (Jateng) juga mendekati 90 persen.

“Jika kondisi saat ini tidak berubah pada minggu depan, maka rumah sakit tidak akan bisa merawat pasien baru. Kami hanya bisa merawat dan memberikan pelayanan kesehatan yang sudah dirawat di rumah sakit tersebut,” ujarnya saat dihubungi Republika, Selasa (22/6).

Ditambahkannya, pasien yang dirawat tidak berubah membuat kondisi di rumah sakit stagnan. Ia menambahkan, pasien baru yang akan berobat maksimal hanya bisa dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Padahal, lanjutnya, fasilitas di UGD terbatas. Tidak hanya itu, lanjutnya, pasien yang datang ke rumah sakit harus mengantri sebelum mendapatkan pelayanan kesehatan.

Lia mengatakan di Jakarta, sebanyak 20-30 orang harus mengantri terlebih dahulu untuk masuk rumah sakit dan dirawat sebagai pasien Covid-19. Bahkan, antrean antrean sangat banyak sehingga beberapa rumah sakit terpaksa memasang tenda.

“Kalau mereka (calon pasien) mencoba masuk tapi tidak bisa, tidak bisa dirujuk karena sudah penuh, jadi mereka menunggu di tenda atau ruang gawat darurat dengan fasilitas seadanya,” katanya.

Antrian juga diakui menimbulkan masalah lain. Meski pihak rumah sakit telah memisahkan antrean Covid-19 dengan mereka yang tidak terinfeksi virus ini, namun dikhawatirkan akan muncul strain lain. Kemudian, lanjutnya, jika tidak hati-hati, bisa menulari orang lain, seperti petugas kesehatan. Selain itu, di antara calon pasien Covid-19 yang mengantri menunggu hasil tes ternyata negatif, bisa jadi hasilnya terinfeksi strain virus karena antrean menyebabkan kerumunan.

“Kalau tidak ada penyakit penyerta (comorbid) kemungkinan tidak tertular, tapi orang yang datang ke rumah sakit rata-rata daya tahan tubuhnya turun,” ujarnya.



https://www.republika.co.id/berita/qv3yxp328/kondisi-jakarta-2030-pasien-covid-harus-antre-dirawat