Konsep Fashion Berkelanjutan: Kembangkan Kreativitas dan Inovasi dengan Menggunakan Limbah Kain

    Laporan Jurnalis Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dunia fashion tidak pernah mati. Sepertinya itu pantas untuk dikatakan. Pandemi yang sudah memasuki tahun kedua ini tak menyurutkan semangat para desainer di Indonesia untuk terus berkarya.

    Menyesuaikan dengan kondisi saat ini, konsep fashion berkelanjutan pun dilakukan pada tahun ini.

    Konsep fashion berkelanjutan lebih mementingkan mendorong produk fashion berkelanjutan yang melibatkan lingkungan dan alam. Untuk itu, pada MUFFEST 2021 yang digelar di Surabaya, Jumat (9/4/2021).

    Karya desainer yang dipamerkan di Surabaya memanfaatkan sisa-sisa kain sekaligus mengurangi limbah tekstil di pabrik. Seperti yang dilakukan oleh desainer Anggia Sari dari Am BY Anggiasari.

    Baca juga: Cita-cita MUFFEST 2021 di Surabaya: Rebut Pasar Domestik Masih Dikuasai Merk Asing

    Terinspirasi dari tali pemanjat gunung, Anggia mendaur ulangnya dari bahan dasar denim.

    Model tersebut menampilkan busana tiga desainer saat peragaan busana Sustainably Modest dalam rangka Muslim Fashion Festival (Muffest) 2021, di Jakarta Selatan, Sabtu (27/3/2021). Asia Pacific Rayon (APR) bekerja sama dengan tiga produsen pakaian asal Indonesia yaitu Inen Signature, Geulis, dan Salt n Peper, menampilkan busana muslim yang menggunakan bahan baku ramah lingkungan untuk mengkampanyekan pelestarian alam sekaligus menyambut bulan suci Ramadhan. Tribunnews / Herudin (Tribunnews / Herudin)

    Bahan ini didapat dari pakaian denim yang over stock dan tidak laku sehingga tidak terbuang percuma. Selain itu, denim juga dipadukan dengan kain katun.

    Baca juga: Kisah Wanita Indonesia Bekerja Sebagai Peramal Tren di Jerman, Memprediksi Tren Mode

    “Kami bikin baju sporty casual. Selain itu juga bisa dipakai oleh pria dan wanita,” ujarnya saat jumpa pers MUFFEST 2021 Surabaya, Jumat (9/4/2021).

    Hal serupa dilakukan oleh desainer Alphiana Chandrajani. Bahkan, konsep sustainable fashion selalu menjadi dasar karyanya. Ia mengambil pakaian yang sudah lama disimpan untuk dimodifikasi kembali.

    “Ditambah kain yang tidak terpakai kemudian diubah menjadi yang baru. Warna yang digunakan masih sentuhan lama, mudah-mudahan tidak berubah. Tetap menggunakan unsur tanah dan alam,” ucapnya.




    Source