KONTRAKTOR JALAN PUNIK DIKENAI SANGSI DENDA

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Menjawab pertanyaan Gaung NTB dalam acara bincang-bincang pembangunan daerah antara jajaran Pemda Sumbawa dengan jajaran Pers yang berlangsung santai dan akrab dilokasi pantai Baru Labuan Sumbawa Senin (08/01) kemarin Kadis PUPR Kabupaten Sumbawa Lalu Suharmaji Kertajaya ST MT dalam keterangan Persnya menyatakan terkait dengan penanganan ruas jalan Batudulang Tepal-Punik sepanjang 5 Km dengan mempercayakan penanganan pembangunan fisiknya kepada rekanan kontraktor pelaksana PT Bumi Agung dengan anggaran gelontoran DAK tahun 2017 sekitar Rp 12,7 Miliar sejauh ini progress fisiknya baru mencapai sekitar 63,12% dengan perpanjangan waktu pelaksaaan pekerjaan hingga 50 hari kerja dan rekanan kontraktor pelaksananya telah dikenai sangsi denda sesuai dengan aturan perundag-undangan yang berlaku.
Perlu diketahui bersama terang Suharmaji, proyek pembangunan ruas jalan Batudulang-Tepal Punik ini pernah dua kali mengalami gagal tender sehingga otomatis penanganan kontrak dimulai akhir bulan Juli dengan pelaksanaan pekerjaan sampai dengan 12 Desember 2017, namun pada bulan Nopember terjadi support mesting apabila terjadi deviasi diatas 5% dan dari kegiatan tersebut pasti akan melampaui tahun anggaran, maka pertama yaitu terkait dengan kesulitan dalam dropping material, misalnya dilokasi Brang Tereng itu hanya bisa mengangkut dropping material 1 – 1,5 M3 (meter kubik) dan itupun diatasnya disiapkan alat berat loader dan dibawahnya disiapkan juga excavator karena menggunakan sling turunnya saat material diangkut, kenapa begitu karena tanjakannya itu hampir 45% dengan kondisi jalan melorot.
Salah satu alternatif mengalihkan ruas jalan yang lebih bagus lagi kata Suharmaji, kita sudah coba 700 meter pengalihan jalannya namun ada dua jembatan tetapi kemiringan tanjakannya hanya 20%, disamping adanya kesulitan lain tingginya intensitas curah hujan yang turun lebih dulu dari semestinya dan turun hujan pada bulan Nopember tahun lalu, dimana dari kendala-kendala yang dialami itulah diambil kesimpulan diperbolehkan rekanan itu perpanjangan waktu kerja selama 50 hari kerja dengan penerapan denda 1/1000 sesuai dengan ketentuan aturan perundang-undangan yang berlaku diberlakukan dan diterapkan sebagaimana mestinya terhitung sejak 15 Desember 2017, sehingga optimis pekerjaannya akan dapat dituntaskan hingga Februari 2018 mendatang, namun rekanan kontraktor saat ini sudah mulai melakukan pekerjaannya dengan tekad dan komitmen bagaimana menguatkan lapisan pondasi jalan dimaksud.
“Diruas jalan Batudulang Tepal dan Baturotok minimal dalam dua tahun kedepan, kita coba melaksanakan program Multi Yes, jadi diluar tahun anggaran bisa bekerja karena tidak mungkin dalam satu tahun anggaran dalam kondisi medan seperti itu bisa ditangani, namun kendala kita adalah belum adanya Perda dan ini harus segera dibuat, dengan rencana anggaran biaya yang terserap sekitar 150 – 200 Miliar, dengan progress fisik hingga akhir tahun 2017 lalu mencapai sekitar 63,12% dan belum termasuk penyebaran hotmix sebab jika telah disebari hotmix prosentase fisiknya cukup tinggi hampir 32%, kalau ini bisa terserap maka sudah bisa dilakukan PHO karena 95% keatas progress fisik yang dihasilkan itu diperbolehkan, karena itu dengan masa waktu kerja yang ada akan dimanfaatkan untuk menggenjot sejumlah pekerjaannya dengan mengerahkan seluruh kemampuan teknis dari rekanan kontraktor pelaksana,” pungkas Lalu Suharmaji.