KONTRAKTOR PASAR BRANGBARA DIMINTA BEKERJA PROFESIONAL

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Pelaksanaan pekerjaan konstruksi atas paket proyek pembangunan pasar Brang Bara Sumbawa yang akan dijadikan pasar tradisional modern type C dengan mendapatkan suntikan dana APBN 2017 sebesar Rp 5.698.900.000 (sekitar Rp 6 Miliar) dari dana Tugas Pembantuan (TP) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia yang sebelumnya dua kali gagal tender, dimana dari hasil tender ketiga kalinya barulah Pokja Pekerjaan Kontruksi Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (ULPBJP) Pemda Sumbawa dapat menetapkan pemenang tender/lelang ulang adalah rekanan PT Tiba Papua yang beralamat di Jalan Abepura Kota Jayapura, dengan pelaksanaan pekerjaan (kontrak) selama 70 hari kerja dimulai Oktober hingga berakhirnya masa tahun anggaran Desember 2017 mendatang, oleh karena Ketua Tim Pengaman, Pengawal dan Pengendali Pembangunan Daerah (TP4D) Sumbawa Jaksa Erwin Indrapraja SH MH dalam keterangan Persnya kepada para awak media telah meminta kepada rekanan kontraktor pelaksana pasar Brang Bara tersebut agar dapat bekerja secara profesional dan proporsional.
Kenapa TP4D sangat menekankan hal tersebut terang Jaksa Erwin akrab Kasi Intel ini disapa, mengingat masa pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan kontrak bagi pelaksanaan pembangunan fisik pasar Brang Bara yang dipercayakan penanganannya kepada rekanan kontrakto pemenang tender PT Tiba Papua itu memiliki masa tenggat waktu yang sangat mepet, sehingga didalam pelaksanaan pekerjaan fisik dilapangan sangat memerlukan perhatian serius yang tentunya diharapkan kepada kontraktor pelaksana dapat bekerja secara profesional dan proporsional dengan mengerahkan seluruh tenaga, kekuatan dan sumberdaya yang dimiliki untuk dapat menuntaskan pekerjaan proyek yang menjadi tanggung jawabnya itu, dengan tetap mengedepankan mutu dan kualitas hasil proyek dimaksud, tukasnya.
Dalam hal ini, TP4D telah mengundang sejumlah ahli kontruksi dan bangunan baik itu dari Dinas PUPR, PRKP maupun dari pihak Laboratorium dan akademisi termasuk didalamnya juga hadir pihak Inspektorat maupun Diskoperindag Sumbawa sebelumnya dalam rapat khusus yang berlangsung di Kejari Sumbawa pekan kemarin telah mengeluarkan semacam rekomendasi agar kontraktor pelaksana dapat bekerja dengan memperhatikan kontruksi (bestek) yang ditentukan termasuk kewajiban untuk menuntaskan kelanjutan pemadatan atas urugan tanah yang telah dikerjakan sebelumnya oleh CV Khalifah Sumbawa dan dinilai tidak sesuai dengan harapan sehingga dengan terpaksa Bapenda Sumbawa melakukan pemutusan kontrak, dimana informasi yang diperoleh kalau sejumlah material konstruksi baja ringan dan material pendukung lainnya telah tiba dilokasi, ujar Jaksa Erwin.
Hal senada dikatakan, Kadiskoperindag Sumbawa Drs H Arif M.Si yang sebelumnya juga memberikan “warning” kepada rekanan kontraktor pelaksana bersama konsultan pengawas agar dapat bekerja secara profesional dan proporsional sesuai dengan ketentuan bestek dan aturan perundang-undangan yang berlaku, karena Sumbawa merupakan salah satu Kabupaten yang beruntung memperoleh proyek yang dibiayai menggunakan dana tugas pembantuan dari Kemendag R.I tersebut tahun anggaran 2017, mengingat Pemda Sumbawa untuk dapat mewujudkan berdirinya sebuah pasar tradisional modern pasar Brang Bara Sumbawa tersebut melalui perjuangan panjang perencanaannya sejak tahun 2016 lalu, apalagi Pemerintah bersama seluruh masyarakat bersama user atau para pedagang dan para usahawan kita yang berjulan di pasar Brang Bara nantinya sangat amat berharap pasar representatif ini jadi dan tuntas pembangunannya sebagaimana yang diharapkan, pungkasnya.