Kontraktor Proyek Baypass Teledor Abaikan Keselamatan Satlantas Turun Tangan

Sumbawa Barat, Gaung NTB
Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Sumbawa Barat, berinisiatif memasang penanda jalur untuk mengarahkan pengguna jalan yang melintas di proyek Baypass simpang Poto Tano, agar terhindar dari kecelakaan.
Hal itu dilakukan akibat keteledoran kontraktor pelaksana proyek, PT Bunga Raya Lestari (BRL) yang membiarkan tiang listrik dan tiang telkomunikasi berdiri tegak persis ditengah jalan aspal.
Polisi juga sempat dilaporkan menegur keras kontraktor pelaksana proyek jalan APBD Provinsi itu, karena mengabaikan keselamatan pengguna jalan.
Tiang-tiang tersebut ini berdiri acak ditengah ruas jalan beraspal. Tidak adanya lajur penanda atau rambu rambu safety jalan, bisa mengancam keselamatan pengendara, terutama pada malam hari. “Kalau malam hari sorot lampu mobil tidak bisa mendeteksi tiang-tiang ini. Kita juga sulit membedakan lajur sebab jalan disana baru di aspal,” kata, David Purnama, salah seorang pengendara minibus saat ditanya wartawan di lokasi.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Sumbawa Barat, IPTU Tira Karista, menegaskan kondisi ini terjadi karena tidak adanya koordinasi pelaksana proyek dengan kepolisian.
Ia mengakui telah menerima laporan dan melakukan survey lokasi bahwa keberadaan tiang-tiang jaringan listrik dan telekomunikasi di tengah ruas jalan bisa mengancam nyawa pengendara. “Saya sudah terjunkan anggota Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Lantas di lokasi. Polisi sudah pasang penanda lajur dan rambu di ruas jalan itu, sekaligus berkoordinasi dengan kepala desa setempat,” kata IPTU Tira seraya menambahkan petugas juga memasang pita marka jalan untuk member tanda pengendara kalau jalur tersebut tidak bisa dilalui.
Sebelumnya, Gaung NTB, telah mengkonfirmasi langsung juru bicara BRL, Frans, untuk menanyakan langsung lemahnya standar safety yang dilaksanakan kontraktor dilapangan. Namun Frans hanya mengatakan menerima informasi itu hanya sebagai masukan saja.
Untuk diketahui, proyek jalan Baypass dimulai dari simpang Poto Tano melintasi Desa Tambak Sari, hingga perbatasan Desa Senayan tersebut dikerjakan melalui dana APBD Provinsi NTB.