Korea Selatan melaporkan peningkatan lebih dari 700 kasus Covid-19

    Kasus Covid-19 baru di Korea Selatan berpusat di kawasan Seoul

    REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL – Korea Selatan mencatat 731 kasus baru virus corona. Hal itu berdasarkan data Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) pada Rabu (14/4).

    Korea Selatan sedang berjuang untuk menahan jumlah infeksi dengan lebih banyak upaya pengujian dan vaksinasi. Kasus-kasus baru berpusat di wilayah Seoul yang lebih besar dan telah menyebar ke lebih dari selusin kota dan provinsi meskipun ada aturan jarak sosial yang ketat. Kasus terbaru pada Selasa (13/4) membawa total 111.419 penularan, dengan 1.782 kematian.

    Otoritas kesehatan mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka akan mempertimbangkan penggunaan alat tes mandiri Covid-19 meskipun akurasinya relatif rendah di tengah kekhawatiran potensi gelombang keempat pandemi. Korea Selatan telah meluncurkan sekitar 45.000 tes reaksi berantai polimerase negatif (PCR) sehari sebelumnya.

    Korea Selatan telah memberikan dosis pertama vaksin AstraZeneca Plc dan Pfizer Covid-19 kepada hampir 1,24 juta orang, dan lebih dari 60.000 orang telah mengambil suntikan penguat pada hari Selasa, kata data KDCA. Tambahan 250.000 dosis vaksin Pfizer / BioNTech tiba pada hari Rabu, menambah satu juta dosis yang diberikan lebih awal pada bulan Maret, untuk orang-orang yang berusia 75 tahun ke atas dan kelompok berisiko tinggi di panti jompo.

    Pemerintah telah mengamankan cukup vaksin Covid-19 untuk mencakup 79 juta orang, untuk populasinya lebih dari 52 juta, termasuk yang berasal dari Novavax, Moderna, Johnson & Johnson dan skema berbagi vaksin global COVAX.

    sumber: Antara




    Source