Korea Utara memilih untuk tidak berpartisipasi dalam Olimpiade Tokyo

Korea Utara beralasan ingin melindungi atletnya dari krisis kesehatan masyarakat dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL – Korea Utara (Korea Utara) menjadi negara pertama yang menyatakan tidak akan mengikuti Olimpiade Tokyo karena pandemi Covid-19. Keputusan ini menunjukkan tantangan yang dihadapi Jepang dalam menyelenggarakan acara olahraga internasional di tengah pandemi.

Situs web yang dijalankan oleh Kementerian Olahraga Korea Utara mengatakan pada pertemuan 25 Maret bahwa Komite Olimpiade Nasional Korea Utara memutuskan untuk tidak berpartisipasi dalam Olimpiade Tokyo. Alasannya untuk melindungi atlet dari ‘krisis kesehatan masyarakat dunia akibat Covid-19’.

Pandemi tersebut memaksa penyelenggaraan Olimpiade Tokyo yang akan digelar pada 2020 ditunda. Penyelenggara kesulitan menerapkan langkah-langkah untuk mencegah penyebaran virus seperti melarang penonton internasional untuk memastikan keselamatan atlet dan masyarakat setempat.

Tetapi masih ada kekhawatiran Olimpiade dapat memacu lonjakan kasus infeksi. Meningkatnya jumlah kasus positif dan lambannya program vaksinasi di Jepang telah memicu perdebatan publik tentang perlukah diadakannya Olimpiade.

Komite Olimpiade Jepang seperti yang dilaporkan AP, Selasa (6/4) mengatakan Korut belum mengirimkan pemberitahuan apakah mereka ikut Olimpiade atau tidak. Kepala Staf Kabinet Jepang Katsunobu Kato mengatakan dia berharap banyak negara akan berpartisipasi dalam Olimpiade tahun ini dan Jepang berjanji untuk menerapkan langkah-langkah anti-virus.

Kementerian Unifikasi Korea Selatan (Korsel) menyatakan kekecewaannya atas keputusan Korut mundur dari Olimpiade Tokyo. Pasalnya, perhelatan olahraga paling bergengsi di dunia itu diharapkan bisa membuka pintu untuk meningkatkan hubungan kedua negara Korea saat negosiasi antara Washington dan Pyongyang terkait program nuklir masih menemui jalan buntu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Selatan Choi Young-sam mengatakan Korea Selatan mendukung keputusan Jepang untuk mengadakan Olimpiade sambil menerapkan langkah-langkah untuk mencegah penyebaran virus. Choi mengatakan masih ada waktu bagi Korea Utara untuk menarik keputusannya untuk tidak berpartisipasi dalam acara tersebut.

Pada Olimpiade Musim Dingin 2018 di Korea Selatan, Korea Utara mengirimkan 22 atlet, serta sejumlah pejabat pemerintah, artis, jurnalis, dan 230 anggota tim pendukung.




Source