KP3 Poto Tano Gagalkan Dugaan Penyelundupan Ribuan Bibit Lobster

Poto Tano, Gaung NTB
Petugas Kesatuan Pengamanan Pelabuhan dan Pantai (KP3) Pelabuhan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), berhasil menggagalkan penyelundupan sebanyak 4300 bibit lobster yang dikemas dalam 10 kantong plastik ukuran besar dan sedang.
Bibit Lobster ini rencnanya dikirim melalui bus Damri dengan Nopol DR 7383 AB, dari Kecamatan Lunyuk Kabupaten Sumbawa, dengan tujuan Mataram.
Saat ini Penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa, masih mengamankan seorang sopir bus yang menjadi perantara pengiriman. Penyidikan terus didalami guna mengungkap oknum pemilik dan pengirim salah satu komoditi jenis udang ini. 
Dikonfirmasi Gaung NTB, Kasat Reskrim Polres Sumbawa Barat, IPTU Putu Agus Indra Permana, menegaskan bahwa menangkap dan memperdagangkan Lobster sangat dilarang. Larangan ini diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 1 Tahun 2015 tentang Pelarangan Penangkapan dan Perdagangan Lobster, Kepiting dan Rajungan. 
Bagi para pelaku yang terbukti melakukannya, terancam hukuman 3 tahun penjara. “Ini tindak Pidana dan ada sanksi yang dapat menjerat pelakunya,” kata Kasat Reskrim.
Sebelumnya, polisi mendapat informasi adanya penyelundupan bibit Lobster. Tim Reserse langsung berkoordinasi dengan anggota KP3 Poto Tano, dan mencegat Bus Damri jurusan Labangka—Mataram, di pelabuhan penyebrangan Poto Tano. Saat digeledah, informasi itu terbukti. “Bibit lobsternya kami sita sebagai barang bukti. Sopir dan kondekturnya kami amankan untuk dimintai keterangannya guna penyelidikan lebih lanjut,” jelas Kasat Reskrim.
Mengingat bibit Lobster sebagai barang bukti tersebut tidak bertahan lama, maka pihaknya bekerja sama dengan petugas Karantina Ikan Pelabuhan Poto Tano, bersama-sama melepaskannya di Pulau Kenawa sebelah Utara dari Pelabuhan Poto Tano, dan perkaranya masih dalam tahap penyelidikan.