KPK akan melelang 1,9 kg emas yang dijarah karyawan

Laporan Jurnalis Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melelang emas batangan 1,9 kilogram yang dijarah seorang pegawai berinisial IGA.

Pelaksana Tugas Juru Bicara Pencegahan KPK Ipi Maryati Kuding mengatakan barang bukti emas perkara korupsi atas nama Yaya Purnomo, mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu), saat ini berada dalam kepengurusan komisi antikorupsi.

Soal barang bukti, saat ini dalam pengelolaan KPK untuk dilakukan proses lelang. Kami pastikan prosesnya tidak terhambat oleh kejadian ini, ”kata Ipi dalam keterangannya, Kamis (8/4/2021). .

Di sisi lain, kata Ipi, KPK menyadari apa yang dilakukan IGA adalah sebuah kekeliruan dan telah merusak nama baik KPK.

Baca juga: Komisi Pemberantasan Korupsi Lelang Aset: Tanah, Ponsel dan Unit Kendaraan

Namun, kata dia, KPK memilih untuk membukanya sehingga menjadi pelajaran bersama, dan menjadi tanggung jawab KPK untuk menyampaikan kebenaran secara jujur ​​dan terbuka.

Baca juga: KPK Berhasil Lelang 3 Mobil Mewah, Ada Hummer, Mini Cooper, dan Range Rover

“KPK dengan tegas memproses semua pelanggaran etika melalui Dewas. Hal ini menunjukkan komitmen dan keseriusan KPK dalam menjaga integritas, harkat dan martabat personel KPK serta sebagai upaya menjaga kepercayaan dan harapan masyarakat Indonesia kepada KPK. , “kata Ipi.

Baca juga: Sepeda motor antik tahun 1956 buatan Inggris dilelang, uangnya diubah menjadi Musala di Gresik

Peristiwa pencurian itu, kata dia, bisa diidentifikasi dan diproses karena mekanisme pengendalian internal di KPK berfungsi dengan baik.

Di KPK, tegasnya, dibangun budaya untuk saling mengingatkan dan mengawasi.

“Penegakan etika dan kode etik personel KPK oleh Dewas juga membuktikan bahwa KPK tidak hanya berani memproses pelaku korupsi, tetapi juga menegakkan aturan internal,” kata Ipi.

Apalagi, KPK berkomitmen mendukung pelaporan dugaan tindak pidana yang telah diserahkan kepada penegak hukum terkait.

“Dan, kami tidak bermaksud untuk mendahului hasil penyidikan apakah perbuatan pelaku itu pencurian, penggelapan atau tindakan lainnya. Kami akan menunggu hasil penyidikan polisi,” ujarnya.

“Kejadian ini tentunya menjadi evaluasi bagi KPK,” pungkas Ipi.

IGA akhirnya dipecat secara tidak hormat setelah mencuri 1,9 kilogram emas melalui empat pengambilan dari Januari hingga Juni 2020.

Posisinya sebagai anggota Satgas Direktorat Pembuktian dan Eksekusi (Laboratorium) KPK membuat IGA leluasa keluar masuk barang sitaan.




Source