KPK Bantah Penjara 12 Tahun Juliari Karena Tuntutan Jaksa

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah hukuman 11 tahun penjara memengaruhi majelis hakim memutus perkara suap mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.

    Lembaga antikorupsi itu menilai putusan hakim tidak terkait dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

    “Ada prinsip kebebasan hakim dalam proses persidangan. Hakim tentu tidak tergantung tuntutan, sesuai tuntutan jaksa,” kata Pj Juru Bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (24/ 8/2021).

    Ali mengatakan, jaksa hanya meminta hukuman kepada hakim sesuai temuan dan pertimbangannya selama persidangan, putusan itu murni hak hakim.

    “Saya kira hakim mempertimbangkan, kemarin kita dengar ada alasan yang memberatkan, alasan yang meringankan, ada pertimbangan lain yang menjadi dasar pembacaan putusan,” kata Ali.

    KPK menilai kritikan terhadap vonis penjara Juliari karena tuntutan 11 tahun penjara saja salah.

    Pasalnya, JPU KPK tidak ikut menutup hukuman penjara bagi Juliari.

    Lebih lanjut, Ali mengatakan hakim bijaksana dalam memberikan keputusan.

    Sebab, semua tuntutan jaksa telah dikabulkan.

    “Tapi, kemudian apresiasi kami, tentu saja semua tuntutan dari kejaksaan dikabulkan, baik hukuman fisik, uang pengganti, denda, hingga pencabutan hak politik,” kata Ali.



    https://www.tribunnews.com/nasional/2021/08/24/kpk-bantah-hukum-juliari-12-tahun-penjara-karena-tuntutan-jaksa