KPK kembali memanggil direktur Borneo Lumbung Energi & Metal yang sempat tidak kooperatif

    Laporan Jurnalis Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Direktur PT Borneo Lumbung Energi & Metal (BLEM) Nenie Afwani.

    Ia akan kembali dijadwalkan bersaksi dalam kasus dugaan suap penghentian Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (AKT) PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan tersangka pemilik PT BLEM Samin Tan.

    Baca juga: Direktur PT Borneo Lumbung Energi & Metal itu tidak kooperatif saat dipanggil KPK

    “Yang bersangkutan sedang diperiksa tersangka SMT (Samin Tan),” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (19/4/2021).

    Tim penyidik ​​juga memanggil dua saksi lain untuk Samin Tan, yakni Direktur Komersial PT BLEM Vera Linkin dan Andreay Hasudungan Aritonga yang disebut-sebut sebagai pegawai swasta.

    Baca juga: KPK Memanggil Direktur PT Borneo Lumbung Energi & Metal, Nenie Afwani

    Sebelumnya, penyidik ​​KPK telah menjadwalkan pemeriksaan Nenie Afwani dan Andreay Hasudungan Aritonga pada Senin (12/4/2021) pekan lalu.

    Namun, Nenie dan Andreay tidak kooperatif saat dipanggil tim penyidik.

    Namun keduanya tidak hadir dan tidak memastikan alasan ketidakhadirannya, kata Ali dalam keterangannya, Selasa (13/4/2021).

    “KPK mengimbau para saksi untuk kooperatif menghadiri panggilan selanjutnya yang akan segera dikirim oleh tim penyidik,” ujarnya.

    KPK telah menangkap Samin Tan di Jakarta pada Senin (5/4/2021) sejak menjadi buronan pada April 2020.




    Source