KPK Memanggil Direktur PT Borneo Lumbung Energi & Metal, Nenie Afwani

    Laporan Jurnalis Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penyidik ​​Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Direktur PT Borneo Lumbung Energi & Metal (BLEM) Nenie Afwani hari ini, Senin (12/4/2021).

    Nenie akan bersaksi dalam kasus dugaan suap penghentian Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (AKT) PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

    Ia akan melengkapi berkas perkara tersangka bos PT Borneo Lumbung Energi & Metal, Samin Tan.

    “Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SMT (Samin Tan),” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (12/4/2021).

    Tak hanya Nenie, KPK juga memanggil pejabat Kalimantan Lumbung lainnya, Kennet Raymond Allan; dan seorang karyawan swasta bernama Andreay Hasudungan Aritonga.

    Baca juga: Bupati Bandung Barat Aa Umbara dan Anak-anaknya Padat Diam Saat Ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi, Ini Fotonya

    Keduanya juga akan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas perkara tersangka Samin Tan.

    KPK telah menangkap Samin Tan di Jakarta pada Senin (5/4/2021) sejak menjadi buronan pada April 2020.

    Samin Tan harus tinggal di Rutan KPK di Gedung Merah Putih selama 20 hari pertama, mulai 6 April 2021 hingga 25 April 2021.

    Kasus yang menjerat Samin Tan adalah perkembangan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 13 Juli 2018 di Jakarta.




    Source