KPK Memanggil Kepala Biro Administrasi Keuangan Bank Panin terkait Kasus Suap Pajak

Laporan Jurnalis Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penyidik ​​Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Kepala Biro Administrasi Keuangan atau Kepala Bagian Keuangan PT Bank Panin Indonesia Marlina Gunawan.

Marlina akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap pemeriksaan pajak tahun 2016 dan 2017 di Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan (Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan).

Baca juga: KPK: Suap Masih Modus Pelaku Usaha

“Hari ini Rabu (21/4/2021) pemeriksaan sebagai saksi TPK mendapat hadiah atau janji terkait pemeriksaan pajak 2016 dan 2017 di Direktorat Jenderal Pajak,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu. (21/4 / 2021).

Tak hanya Marlina, dalam mengusut kasus ini, tim penyidik ​​juga menjadwalkan pemeriksaan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak Angin Prayitno Aji.

Baca juga: Diduga Komisi Pemberantasan Korupsi Terima Suap Rp 25,7 Miliar, Edhy Prabowo: Saya Tidak Bersalah

Pemeriksaan Marlina dan Angin dilakukan di Gedung Merah Putih KPK.

“Penyidikan dilakukan di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Jalan Kuningan Persada Kavling 4, Setiabudi, Jakarta Selatan,” kata Ali.

Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut pihak-pihak yang diduga didakwa KPK adalah Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Angin Prayitno Aji dan Kasubdit 1 Dukungan Pemeriksaan. Kerjasama Dadan Ramdani.

Namun, hingga saat ini KPK belum menyampaikan detail kasus tersebut menyusul kebijakan internal KPK.

Ali mengatakan, publikasi perkara termasuk pengumuman tersangka akan dilakukan ketika sudah dilakukan penangkapan atau penahanan tersangka.

“Kami berharap rekan-rekan media memahami kebijakan ini dan memberikan waktu kepada tim penyidik ​​KPK untuk menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu,” kata Ali.

Dia memastikan KPK akan menginformasikan kepada publik tentang perkembangan kasus suap tersebut.

Begitu juga dengan barang bukti apa saja dan akan dijelaskan siapa yang ditetapkan sebagai tersangka beserta pasal-pasal dugaannya.

Namun, Angin Prayitno Aji dan lima orang lainnya dicegah KPK untuk bepergian ke luar negeri selama 6 bulan.

Sedangkan untuk Angin dan lima orang berinisial DR, RAR, AIM, VL, dan AS dilarang bepergian ke luar negeri mulai 8 Februari 2021 hingga 5 Agustus 2021.




Source