KPK menahan penyidik ​​dan pengacara dalam kasus Tanjungbalai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap dua tersangka kasus dugaan suap pejabat negara terkait penanganan kasus Walikota Tanjungbalai, Sumatera Utara, 2020-2021. Dua tersangka, yakni penyidik ​​KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP) dan Maskur Husain (MH) sebagai kuasa hukum. Untuk kepentingan penyidikan, tim penyidik ​​menahan tersangka masing-masing yaitu SRP dan MH selama 20 hari ke depan mulai 22 April 2021 hingga 11 Mei 2021, kata Ketua KPK Firli Bahuri saat jumpa pers di gedung KPK. Jakarta. , Kamis (22/4) malam.

Tersangka Stepanus ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih KPK dan Maskur di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur. “Sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Rutan KPK, tersangka terlebih dahulu akan diisolasi sendiri selama 14 hari di Rutan KPK Kavling C1,” kata Firli.

KPK juga menetapkan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial (MS) sebagai tersangka, namun yang bersangkutan belum ditahan. “Tersangka MS Walikota Tanjungbalai saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif,” kata Firli.

Diketahui, Stepanus dan Maskur sepakat membuat komitmen dengan Syahrial terkait penyidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai tidak akan ditindaklanjuti KPK dengan menyiapkan dana Rp. 1,5 miliar. MS menyetujui permintaan SRP dan MH dengan mentransfer uang secara bertahap sebanyak 59 kali melalui rekening bank milik RA (Riefka Amalia / swasta), teman kerabat SRP dan juga MS memberikan uang tunai kepada SRP. 1,3 miliar, ”kata Firli.

Dia mengatakan, pembukaan rekening bank oleh Stepanus dengan nama Riefka telah disiapkan sejak Juli 2020 atas inisiatif Maskur. “Setelah uang diterima, SRP kembali ke MS dengan jaminan kepastian penyidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai tidak akan ditindaklanjuti oleh KPK,” kata Firli.

Dari uang yang diterima Stepanus dari Syahrial, kata Firli, kemudian diberikan kepada Maskur sebesar Rp. 325 juta dan Rp. 200 juta. Selain itu, KPK menduga Stepanus tak hanya menerima uang dari Syahrial. “MH juga diduga menerima uang dari pihak lain sekitar Rp 200 juta. Sementara SRP dari Oktober 2020 hingga April 2021 juga diduga menerima uang dari pihak lain melalui transfer rekening bank atas nama RA sebesar Rp 438 juta,” katanya. dia berkata.

KPK akan menyelidiki penerimaan uang dari pihak lain. Atas perbuatannya tersebut, Stepanus dan Maskur diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) 1 KUHP. Sedangkan Syahrial diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Korupsi.


Source