KPK Perpanjang Masa Penahanan Tersangka Pembebasan Tanah Jakarta

    Penambahan masa penahanan dilakukan karena KPK masih mengajukan berkas perkara.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan tersangka Anja Runtunewe (AR) terkait kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur pada 2019. Penambahan masa penahanan dilakukan karena KPK masih mengajukan kasus.

    “Pengajuan kasus terhadap tersangka masih terus dilakukan, termasuk pemanggilan saksi yang diduga mengetahui kasus ini,” kata Pj Juru Bicara KPK, Ipi Maryati Kuding di Jakarta, Jumat (2/7).

    Dikatakannya, tim penyidik ​​memperpanjang masa penahanan Wakil Direktur PT. Adonara Propertindo selama 40 hari ke depan. Mulai (3/7) hingga 11 Agustus 2021, dengan menahan tersangka di Rutan KPK, Gedung Merah Putih.

    Pada saat yang sama, KPK juga memperpanjang masa penahanan tersangka Tommy Adria (TA). Ipi mengatakan tambahan masa penahanan yang sama juga diberikan kepada Direktur PT Adonara Propertindo.

    “Perpanjangan penahanan tersangka TA juga telah dilakukan selama 40 hari ke depan terhitung mulai 4 Juli 2021 hingga 12 Agustus 2021 di Rutan KPK Gedung Merah Putih,” katanya.

    Seperti diketahui, KPK telah resmi menunjuk Yoory Pinontoan dan Tommy Adria serta Wakil Direktur Utama PT. Adonara Propertindo, Anja Runtunewe sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Cipayung, Jakarta Timur. KPK juga menetapkan PT Adonara Propertindo sebagai tersangka korporasi.

    KPK kemudian menambah satu tersangka, yakni Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur (ABAM) Rudy Hartono Iskandar (RHI). Hal itu sebagaimana tertuang dalam Surat Perintah Penyidikan tertanggal 28 Mei 2021.

    Kasus ini bermula ketika ada kesepakatan untuk menandatangani perjanjian jual beli yang mengikat dihadapan notaris yang bertempat di Kantor Perusahaan Pembangunan Infrastruktur Daerah di hadapan notaris antara pembeli, Yoory C Pinontoan dan penjual, Anja Runtunewe, pada April. 8, 2019.

    Sementara pembayaran sebesar 50 persen atau sekitar Rp. 108,9 miliar langsung masuk ke rekening Anja Runtunewe di Bank DKI. Selang beberapa waktu, atas perintah Yoory, Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya melakukan pembayaran kepada Anja Runtunewe sebesar Rp 43,5 miliar.

    Uang itu untuk pelaksanaan pembebasan lahan di Munjul, Desa Cipayung, Jakarta Timur. Akibat perbuatan para tersangka tersebut diduga telah mengakibatkan kerugian keuangan negara paling sedikit Rp. 152,5 miliar.

    Pj Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Setyo Budiyanto mengatakan KPK akan mengusut tuntas dugaan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan rekomendasi sejumlah bidang tanah di Munjul. Dia mengatakan KPK tidak akan memanggil seseorang tanpa pemeriksaan terlebih dahulu.

    “Kami penyidik ​​pasti akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang disebutkan, akan ada pemanggilan ke Sekda Plh, kemudian ada BPKD, dan inspektorat. Ini upaya untuk mendalami, menemukan, dan mengklarifikasi kasus tersebut, ” kata Budi.



    https://www.republika.co.id/berita/qvnfbx396/kpk-perpanjang-masa-penahanan-tersangka-pengadaan-tanah-dki