KPU Belum Tentukan Model Surat Suara yang Akan Digunakan untuk Pemilu 2024

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia menyatakan hingga saat ini belum memutuskan untuk menyederhanakan surat suara dari 6 surat suara yang telah disimulasikan.

KPU sendiri telah melakukan simulasi penyederhanaan surat suara secara internal.

Terdapat 6 model penyederhanaan surat suara dimana cara pemungutan suara berupa pemungutan suara, penandaan (checking), dan penulisan nomor urut pada kolom yang tersedia pada surat suara.

“KPU belum memutuskan yang mana, ini harus kita bicarakan dengan pembuat undang-undang (UU). KPU menawarkan (model penyederhanaan surat suara) kita berharap kita akan menemukan opsi terbaik,” kata Komisioner KPI Evi Novida Ginting dalam webinar bertajuk Penyederhanaan Surat Suara yang digelar Perludem secara online, Minggu (1/8/2021)

Adapun beberapa model yang telah disiapkan, kata Evi, pihaknya menyadari hal ini bisa berdampak pada perubahan undang-undang.

Baca juga: Rencana Penyederhanaan Surat Suara Pemilu 2024, KPU: Cegah Hasil Tidak Valid dan Efisiensi Waktu

Pasalnya, jika suara tidak keluar, maka harus dilakukan juga amandemen terhadap Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 353 dan Pasal 386.

“Jika pilihannya jauh lebih baik dan perlu mengubah undang-undang, kami akan mengusulkan amandemen undang-undang,” katanya

Evi mengatakan pihaknya akan melakukan pemilihan model surat suara dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya.

Baca juga: KPK Setor Harta Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan ke Kas Negara

“Kami juga akan melakukan simulasi di beberapa daerah dan melakukan survei untuk mempertanyakan bagaimana tanggapan pemilih menggunakan surat suara yang telah kami gabungkan atau tata cara pemungutan suara,” katanya.



https://www.tribunnews.com/nasional/2021/08/02/kpu-belum-putuskan-akan-gunakan-surat-suara-model-apa-untuk-pemilu-2024