Krisis Bahan Bakar Membuat Inggris Perpanjang Program Visa Pengemudi Truk

    Brexit menyebabkan puluhan ribu pengemudi truk asing meninggalkan Inggris

    REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Pemerintah Inggris memperpanjang program visa darurat bagi pengemudi truk karena kelangkaan bahan bakar masih berlangsung hingga Sabtu (2/10) dan belum juga mereda. Dalam pengumuman Jumat malam, pemerintah mengatakan visa sementara untuk sekitar 5.000 pengemudi truk asing akan berlaku hingga 2022.

    Pemerintah mengatakan sekitar 300 pengemudi bahan bakar dari luar negeri dapat masuk ke Inggris hingga Maret tahun depan. 4.700 visa lainnya diberikan kepada pengemudi truk makanan yang akan berlaku mulai akhir Oktober hingga akhir Februari.

    Selain itu, sekitar 200 personel TNI termasuk 100 pengemudi akan dikerahkan untuk membantu meringankan kelangkaan BBM mulai Senin (4/10). Kekurangan bahan bakar menyebabkan antrian panjang di SPBU. Pemerintah mengatakan situasi saat ini telah membaik.

    “Stok bahan bakar di Inggris cenderung meningkat, pengiriman bahan bakar di atas level normal, dan permintaan bahan bakar stabil. Penting untuk ditekankan bahwa tidak ada kekurangan bahan bakar nasional di Inggris dan masyarakat harus terus membeli bahan bakar seperti biasa,” kata Menteri Bisnis, Energi, dan Strategi Industri, Kwasi Kwarteng.

    Asosiasi Pengecer Bensin, yang mewakili SPBU independen, memperingatkan pasokan bahan bakar tetap menjadi masalah dan bisa menjadi lebih buruk di beberapa tempat. Ketua Asosiasi Pengecer Bensin Brian Madderson mengatakan kekurangan bahan bakar terus berlanjut di London dan Inggris tenggara.

    “Di London dan tenggara, dan mungkin bagian dari Inggris timur, jika ada, itu menjadi lebih buruk,” kata Madderson kepada radio BBC.

    Madderson menyambut baik upaya pemerintah untuk mengerahkan militer. Namun, dia memperingatkan pengerahan militer tidak akan berdampak signifikan pada kekurangan bahan bakar.

    “Ini tidak akan menjadi obat mujarab utama. Ini sangat membantu, tetapi dalam hal volume, mereka tidak akan mampu membawa sebanyak itu,” kata Madderson.

    Partai-partai oposisi telah mendesak Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk bertemu lagi dengan parlemen minggu depan. Pihak oposisi meminta pemerintahan Johnson untuk mengatasi situasi kekurangan tenaga kerja dan gangguan rantai pasokan yang lebih luas.

    Dalam beberapa bulan terakhir, banyak perusahaan telah melaporkan kekurangan pasokan termasuk rantai makanan cepat saji KFC, McDonald’s, dan Nando’s. Sementara rak supermarket juga terlihat kosong.

    Dalam upaya untuk mencegah kekurangan kalkun saat Natal, pemerintah mengumumkan 5.500 pekerja unggas asing akan diizinkan masuk ke Inggris mulai akhir Oktober hingga akhir tahun. Sementara pemerintah Johnson tidak ingin mengangkat pembicaraan bahwa kekurangan pengemudi adalah akibat keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau Brexit.

    Brexit menyebabkan puluhan ribu pengemudi truk asing meninggalkan Inggris dan kembali ke rumah mereka di Uni Eropa. Pandemi virus corona juga memperburuk situasi karena ribuan pengemudi UE harus kembali ke negara asal mereka.

    Selain itu, karena pandemi, jumlah pengemudi truk Inggris yang memilih untuk pensiun meningkat. Gaji yang relatif rendah, perubahan pajak penghasilan pengemudi truk, dan kurangnya fasilitas telah mengurangi daya tarik pekerjaan pengemudi truk terutama bagi kaum muda.

    sumber : AP



    https://www.republika.co.id/berita/r0ei27459/krisis-bbm-buat-inggris-perpanjang-program-visa-supir-truk