KTM Labangka “Mati Suri” Butuh Penanganan Lintas Sektoral

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Kota Terpadu Mandiri (KTM) Labangka boleh dibilang saat ini dalam keadaan “Mati Suri”, karena memang sudah cukup lama tak ada kegiatan dan program yang menggeliat dikawasan tersebut, padahal sejumlah sarana prasarana dan fasililitas penunjang telah dibangun oleh Pemerintah, namun sangat disayangkan dibiarkan terbengkalai berupa sejumlah bangunan gedung dan peralatan tidak dimanfaatkan sesuai dengan yang direncanakan, sehingga untuk menghidupkan kembali KTM Labangka tersebut tentu sangat dibutuhkan adanya perhatian serius dari Pemda Sumbawa maupun Pemprov NTB.

Sebagaimana dikemukakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumbawa Dr HM Ikhsan Safitri M.Si dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB diruang kerjanya Senin (10/06) kemarinn, mengakui kalau kondisi KTM Labangka saat ini dalam keadaan “Mati Suri”, karena faktor penyebabnya tiada lain aktivitas program dan kegiatan dikawasan tersebut tak berlanjut, kendati sejumlah sarana prasarana dan fasilitas penunjang telah dibangun oleh Pemerintah, dan menyangkut KTM Labangka ini diakui telah lama disampaikan laporan kondisinya kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian terkait, tetapi sejauh ini belum ada program ataupun kegiatan lanjutannya dari Pemerintah.

Perlu dipahami bersama terang Doktor Ikhsan akrab pejabat senior Pemda Sumbawa ini disapa, terkait masalah KTM Labangka ini bukan menjadi ranah tanggung jawab Disnakertrans, dan persepsi ini harus diluruskan agar tidak salah kaprah dalam menilai, mengingat KTM Labangka ini merupakan program dari pemerintah pusat, sehingga seluruh pembangunan sejumlah sarana prasarana dan fasilitas yang ada dibangun, dalam hal ini Pemprov NTB bersama Pemda Sumbawa sifatnya melakukan back-up dalam melakukan pengembangannya kedepan kearah yang lebih baik, tukasnya.

Menurut Doktor Ikhsan, semustinya untuk membangkitkan kembali pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di KTM Labangka tersebut, memang sangat dibutuhkan keterlibatan semua pihak khususnya masyarakat dan pengusaha swasta untuk berinvestasi, disamping penanganan lintas sektoral dari seluruh OPD terkait dibawah koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) guna merencanakan dengan matang dan komprehensif atas berbagai program dan kegiatan yang dapat dilaksanakan dikawasan KTM Labangka dimaksud.

“Jika penananan lintas sektoral tidak dilakukan, maka kami merasa pesimis KTM Labangka itu bisa dibangkitkan kembali, terutama dukungan dari para investor dalam melakukan investasinya diberbagai bidang usaha dan jasa dikawasan tersebut, karena itu sangat disayangkan jika potensi KTM Labangka ini tidak dimanfaatkan secara maksimal, padahal sarana prasarana dan fasilitas penunjang plus potensi sumberdaya alam sekitarnya cukup memadai dan tersedia, tinggal bagaimana menanganinya dan menjalankan berbagai program dan kegiatan dengan baik, mengingat pengembangan ekonomi kedepan dinilai memiliki prospek yang cerah,” pungkas Doktor Ikhsan.(Gad)