Kualitas Hewan Jadi Tolak Ukur Pengiriman

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Kualitas hewan menjadi tolak ukur naik turunya jumlah pengiriman ternak ke luar daerah. Untuk meningkatkan jumlah pengiriman ternak, maka mestinya harus memenuhi standar secara teknis baik dari segi postur dan kualitas daging yang ada di Kabupaten Sumbawa.
Diantara standarisasi yang harus dipenuhi dalam pengiriman ternak yakni bobot hewan harus mencapai 250 sampai dengan 300 kilogram.
Kepala Dinas dan Kesehatan Hewan Ir Syirajuddin saat ditemui Gaung NTB di ruangan kerjanya, Jum`at (28/6) menjelaskan bahwa sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 25 tahun 2005 tentang Pedoman Pengeluaran atau Pemasukan Ternak dan Bahan Asal Ternak di NTB, yang didalam ada ketentuan yang mengatur tentang persyaratan pengiriman ternak yakni harus mencapai 300 kilogram dan ketentuan itu menjadi standarisasi pengiriman hewan ke luar daerah.

Menurut Ir Syirajuddin, yang menyebabkan tingkat pengiriman hewan di Kabupaten Sumbawa menurun karena berat badan ternak kurang dari standar yang sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur tersebut sehingga sejak Januari 2019 lalu pengiriman ternak mengalami penurunan perbulannya hingga saat ini.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa rata-rata ternak di Kabupaten Sumbawa baik sapi maupun kerbau, berat badannya menurun hal itu disebabkan karena ternak yang ada dilakukan perkawinan sedarah (Emberding) yang menyebabkan hewan menjadi kerdil dan tingkat pertumbuhannya lamban.

Dipaparkan Ir Syirajuddin, bahwa pada Januari pengiriman ternak sebanyak 1.972 ekor, Februari 1443 ekor, Maret 1443 ekor, April 1050 ekor, Mei 629 ekor dan Juni 2019 sebanyak 133 ekor.
“Pada tahun 2018 lalu Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dapat mengirim ternak ke lima perusahaan yang berada di Lombok, sementara pada tahun 2019 hanya bisa mengirim ke dua perusahaan yakni sebanyak 15 ekor sapi, 10 ekor kerbau dan 15 ekor kuda, setiap kali pengiriman,” ungkapnya.

Untuk di ketahui kata Ir Syirajuddin bahwa Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) telah berupaya untuk mengejar ketertinggalan pengiriman dan mengembalikan tingkat kualitas ternak yang ada di Kabupaten Sumbawa. “DPKH berupaya mengganti pejantan yang ada dengan pejantan yang unggul,” katanya.

Melalui APBD dan APBN pemerintah pusat merespon dengan positif, untuk pengadaan pejantan unggul pada tahun 2020 mendatang. Disamping itu juga pihakya sedang berusaha untuk mengajak para peternak untuk melakukan sistem perawatan secara intensif dengan cara penggemukan selama 4 sampai dengan 6 bulan agar bobot serta kualitas daging hewan memenuhi mencapai standar yang ditentukan.(Gku)