Kuartal I 2021, BTN Salurkan Kredit Rp 261,34 Triliun

KPR Bersubsidi merupakan penyumbang terbesar penyaluran kredit BTN.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp 261,34 triliun per kuartal I tahun 2021. Realisasi tersebut naik 3,19 persen dari Rp 253,25 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. sebelumnya.

Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan KPR bersubsidi merupakan penyumbang terbesar penyaluran kredit perseroan. Tercatat, KPR bersubsidi naik 9,04 persen menjadi Rp 122,96 triliun, KPR non subsidi naik tipis 0,2 persen menjadi Rp 80,15 triliun pada akhir Maret 2021.

“Secara total, pertumbuhan kredit segmen perumahan tumbuh 3,23% menjadi Rp 236,57 triliun,” ujarnya saat jumpa pers virtual, Kamis (22/4).

Kemudian kredit segmen non perumahan tumbuh 2,87% menjadi Rp 24,76 triliun. Pertumbuhan tersebut didukung oleh kenaikan pada segmen kredit konsumer dan kredit korporasi yang masing-masing tumbuh 9,43 persen dan 7,44 persen.

Penyaluran kredit juga terus diiringi dengan peningkatan kualitas kredit, ujarnya.

Hingga kuartal I 2021, perseroan mencatatkan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 1,94%. Posisi tersebut turun 44 basis poin (bps) dari 2,38 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perseroan juga terus mengakumulasi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sebesar 115,93% per Maret 2021 atau lebih. 1.027 bps.

Sementara itu, Direktur Wholesale Risk and Asset Management BTN Elisabeth Novie Riswanti menambahkan perseroan fokus pada peningkatan kualitas kredit guna mengurangi NPL.

“Kami berupaya meningkatkan kualitas kredit dengan mengoptimalkan penagihan, mempercepat penjualan aset, termasuk bekerja sama dengan perusahaan pengelola aset,” ujarnya.

Direktur Distribusi dan Pendanaan Ritel BTN Jasmin mengatakan hingga 31 Maret 2021, perseroan mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 33,01% menjadi Rp 294,91 triliun. Adapun kenaikan DPK juga terlihat melesat di atas rata-rata penghimpunan DPK perbankan nasional yang melesat ke level 11 persen per Januari 2021.

Catatan keuangan BTN menunjukkan, kenaikan DPK dikontribusi oleh peningkatan penghimpunan giro, tabungan, dan deposito berjangka masing-masing sebesar 33,91 persen, 4,29 persen, dan 41,44 persen. Ada peningkatan tabungan publik, rasio pinjaman terhadap deposito (LDR) juga mengalami penurunan sebesar 2.561 bps ke level 88,62 persen per Maret 2021.

BTN mencatatkan lonjakan aset di level 21,92 persen menjadi Rp. 375,73 triliun per triwulan I tahun 2021. Laju kenaikan aset tersebut juga di atas rata-rata peningkatan aset nasional sebesar tujuh persen per Januari 2021.

“Bagi kami, pertumbuhan yang berkelanjutan adalah yang utama, jadi kami berusaha untuk mengoptimalkan kualitas aset kami,” ujarnya.




Source