Kuartal I, Laba Bersih Bank BSI Tumbuh 12,85 Persen

    Kenaikan laba Bank BSI didorong oleh ekspansi pembiayaan dan peningkatan dana murah

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan pertumbuhan laba bersih 12,85% atau Rp 742 miliar pada kuartal I 2021 dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 657 miliar. Kenaikan kinerja pada triwulan I 2021 juga didorong oleh peningkatan pendapatan margin dan bagi hasil sebesar 5,16 persen year-on-year (yoy).

    Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Kamis, mengatakan kenaikan laba didorong oleh ekspansi pembiayaan dan peningkatan dana murah yang optimal sehingga cost of fund atau cost of fund sama dengan bagian dari keuntungan bank akan lebih tinggi. “Untuk meningkatkan kinerja, tahun ini BSI akan fokus pada empat hal, antara lain mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, mengelola efisiensi, mempercepat kapabilitas digital, dan integrasi operasional pasca merger,” kata Hery.

    Dengan pertumbuhan laba yang tinggi, lanjutnya, BSI dapat meningkatkan rasio profitabilitas yang ditandai dengan peningkatan ROE (Return on Equity) dari 11,19 persen per Desember 2020 menjadi 14,12 persen per Maret 2021. Dari sisi bisnis, jelas Hery, BSI sudah mendistribusikan pembiayaan sebesar Rp159 triliun pada kuartal I 2021, naik 14,74 persen dari periode yang sama 2020 sebesar Rp 138,6 triliun. Komposisi pembiayaan terbesar disumbang oleh segmen konsumer Rp71,6 triliun (45 persen dari total pembiayaan), korporasi Rp37,3 triliun (23,5 persen), segmen kecil dan menengah Rp20,8 triliun (13,1 persen), mikro Rp15 triliun (9,4 persen). ) dan komersial Rp 9,6 triliun (6,1 persen).

    Sejalan dengan peningkatan bisnis, BSI terus menjaga kualitas pembiayaan yang ditunjukkan dengan tren penurunan kredit bermasalah (NPF bruto) dari 3,35 persen pada triwulan I tahun 2020 menjadi 3,09 persen pada triwulan I 2021. Untuk meningkatkan prinsip kehati-hatian, menurut Hery, BSI juga telah memberikan cash coverage sebesar 137,48 persen hingga kuartal I 2021.

    Dari sisi kewajiban, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI hingga kuartal I 2021 mencapai Rp 205,5 triliun, naik 14,3 persen dibandingkan periode yang sama 2020 sebesar Rp 179,8 triliun. Pertumbuhan tersebut didominasi oleh peningkatan Dana Murah (Giro dan Tabungan) sebesar 14,73 persen, sehingga meningkatkan rasio CASA dari 57,54 persen pada triwulan I tahun 2020 menjadi 57,76 persen pada triwulan I 2021.

    Dengan kinerja tersebut, hingga kuartal pertama 2021, BSI berhasil membukukan total aset sebesar Rp. 234,4 triliun, naik 12,65 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp. 208,1 triliun. BSI juga mencatatkan peningkatan rasio modal (CAR) menjadi 23,1 persen pada periode ini.

    Terkait penggunaan teknologi digital, BSI juga terus meningkatkan kapabilitas digitalnya, yang tercermin dari volume transaksi kanal digital BSI yang tumbuh signifikan selama kuartal pertama 2021. Nilai transaksi hingga Maret 2021 telah mencapai Rp 40,85 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari transaksi melalui layanan BSI Mobile yang naik 82,53 persen (yoy).

    Selama Januari-Maret 2021, volume transaksi di BSI Mobile juga tercatat sebesar Rp17,3 triliun dengan akumulasi jumlah transaksi dari platform tersebut mencapai 14,65 juta transaksi atau tumbuh 72,35 persen (yoy). Secara umum, peningkatan volume transaksi melalui digital banking channel BSI hingga Maret 2021 naik 43,3 persen (yoy). Selain transaksi BSI Mobile (42 persen), peningkatan ini juga didukung oleh aktivitas nasabah di kanal internet banking (24 persen), kartu debit / kredit (17 persen), dan ATM (14 persen).




    Source