Kuasa Hukum: Pernyataan Polisi Terkait 52 Ribu Korban EDCC Tidak Benar

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kuasa hukum CEO EDCCash Abdulrahman Yusuf, Abdullah Alkatiri, mengklaim pernyataan polisi Indonesia sekitar 52 ribu orang yang menjadi korban EDCCash tidak benar.

    Yusuf mengaku sebagian besar anggota mitra EDCCash tidak merasa dirugikan.

    Apalagi sejak kepemimpinan Abdulrahman dan istrinya berinisial S.

    “Pernyataan Polri itu tidak benar. Karena sebagian besar rekanan yang tergabung dalam EDCCash tidak merasa dirugikan dan pengakuan mereka sebagai rekanan menyatakan bahwa bahkan sejak EDCCash dan AY dan S ditangkap sebagai tersangka,” kata Yusuf kepada wartawan, Rabu (18/12). /8/2021). ).

    Yusuf menjelaskan, sebagian besar mitra dan anggota sangat dirugikan karena tindakan anggota EDC Cash yang tidak bertanggung jawab melaporkan EDC Cash.

    “Faktanya sebelum EDCCash AY dan S dilaporkan, mitra mendapatkan banyak manfaat dari transaksi EDC Cash, termasuk dulu bisa bertransaksi apa saja menggunakan koin EDCCash,” jelasnya.

    Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Polri Brigjen Helmy Santika bersama Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas Divisi Humas Polri) Brigjen Rusdi Hartono menunjukkan barang bukti investasi ilegal tersebut. Kasus Uang E-Dinar Coin (EDC) di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis. (22/4/2021). Penyidik ​​Bareskrim Polri menetapkan enam orang sebagai tersangka dan menyita 14 kendaraan roda empat, uang tunai dalam rupiah dan mata uang asing, serta barang mewah dalam dugaan penyelundupan Uang E-Dinar Coin (EDC) Tunai. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

    Atas dasar itu, Yusuf menyatakan bahwa keterangan polisi mengenai 52.000 korban EDCCash itu dianggap tidak benar. Di sisi lain, pihaknya tetap menghormati proses hukum yang sedang dilakukan Polri.

    Baca juga: Investasi Palsu EDCCash: Nilai aset yang disita Rp 300 miliar, belum 50 persen

    “Namun demikian, kami selaku kuasa hukum EDC Cash mengapresiasi proses hukum yang sedang berjalan dan kami berharap dalam persidangan akan terungkap kebenarannya bahwa EDC Cash ini bukanlah investasi penipuan dan AY dan S tidak melakukan tindak pidana penipuan, penggelapan atau KPPU. ,” dia berkata.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri menyerahkan tersangka dan barang bukti (tahap II) kasus investasi ilegal dengan modus kripto EDCCash kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

    Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Kombes Whisnu Hermawan mengatakan total ada 6 tersangka dalam kasus tersebut. Mereka dilimpahkan ke kejaksaan di Kejaksaan Negeri Bekasi.



    https://www.tribunnews.com/nasional/2021/08/18/kuasa-hukum-pernyataan-polri-soal-52-ribu-korban-edccash-tidak-benar